Sejarah Hari Ini 25 Februari: Catatan Militer Uni Soviet, Pakta Warsawa Setuju untuk Dibubarkan
Pada hari ini, tepatnya 25 Februari 1991, Pakta Warsawa disetujui untuk dibubarkan setelah berkuasa selama empat dekade.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Hari ini, tepatnya 31 tahun lalu yaitu 25 Februari 1991, Pakta Warsawa secara resmi disetujui untuk dibubarkan setelah hampir empat dekade sebagai perwujudan kekuasaan Uni Soviet di Eropa Timur.
Deklarasi pembubaran tersebut ditandatangani oleh menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari Uni Soviet dan lima negara Eropa Timur,seperti dikutip dari Washington Post.
Isi deklarasi berupa pembubaran secara resmi dilaksanakan pada 31 Maret 1991.
“Sistem blok militer seperti ini telah berakhir hari ini,” ungkap Menteri Luar Negeri Hungaria saat itu, Geza Jeszensky.
Baca juga: Ini Awal Mula Penyebab Rusia Invasi Ukraina dan Kondisi Terbaru Ukraina
Baca juga: Ogah Main di Rusia, Ini Usulan Polandia Ceko dan Swedia Terkait Laga Playoff Kualifikasi Piala Dunia
Diketahui, anggota dari Pakta Warsawa adalah Bulgaria, Republik Ceko, Hungaria, Polandia, Rumania dan Uni Soviet.
Sementara keanggotaan Jerman Timur berakhir bersamaan dengan reunifikasi Jerman ketika Albania menarik diri pada tahun 1968.
Sejarah Berdirinya Pakta Warsawa

Dikutip dari Kompas.com, dalam buku Sejarah Eropa: dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, pembentukan Pakta Warsawa tidak dapat terlepas dari keputusan Amerika Serikat dan sekutunya untuk mendirikan aliansi pertahanan NATO.
Sehingga, pembentukan Pakta Warsawa adalah bentuk kekhawatiran Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur terkait keberadaan NATO yang dapat menjadi ancaman.
Ditambah, Uni Soviet juga menganggap Amerika Serikat dan Blok Barat berusaha untuk mengembalikan kekuatan militer (remilitersasi) Jerman Barat dengan memasukannya ke aliansi NATO.
Pemrakarsa terbentuknya Pakta Warsawa adalah Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Khruschev.
Kemudian direalisasikannya melalui pertemuan antar negara Blok Timur di Warsawa, Polandia pada 14 Mei 1955.
Lantas, pertemuan itu pun menghasilkan Pact of Mutual Assistance and Unified Command (PMAUC) atau yang lebih dikenal dengan Pakta Warsawa.
Adapun beberapa tujuan terbentuknya Pakta Warsawa adalah sebagai berikut:
1. Mengimbangi kekuatan aliansi pertahanan NATO.
2. Meningkatkan kerja sama pertahanan dan militer negara-negara Blok Timur.
3. Saling membantu apabila salah satu negara anggota Pakta Warsawa mengalami masalah pertahanan maupun keamanan.
Dikutip dari History, Pakta Warsawa diklaim oleh Uni Soviet sebagai aliansi defensif tetapi kemudian terungkaplah tujuan utama dari adanya organisasi ini adalah untuk memperkuat dominasi ideologi komunis di Eropa Timur.
Baca juga: UPDATE Invasi Rusia ke Ukraina: Biden Peringatkan Putin hingga PLTN Chernobyl Direbut Rusia
Sementara pada tahun 1956 di Hungaria dan tahun 1968 di Cekoslovakia, Uni Soviet meminta agar Pakta Warsawa menjadi bentuk legitimasi dari intervensinya unutk menindas revolusi anti komunis.
Kemudian pada akhir 1980, gerakan anti Uni Soviet dan anti komunis terjadi di Eropa Timur dan memulai mengikis peran dari Pakta Warsawa itu sendiri.
Lalu pada tahun 1990, Jerman Timur keluar dari Pakta Warsawa untuk mempersiapkan reunifikasi atau penggabungan kembali dengan Jerman Barat.
Hal senada juga dilakukan oleh Polandia dan Cekoslovakia.
Gelombang protes tersebut membuat jatuhnya ekonomi dan situasi politik saat itu yang tidak stabil.
Lantas, Uni Soviet pun tertunduk dan tinggal menunggu waktu untuk bubar.
Di Maret tahun 1991, komandan militer dari Uni Soviet melepaskan kontrol mereka dari Pakta Warsawa.
Beberapa bulan kemudian, Komite Konsultatif Politik bertemu untuk terakhir kalinya dan secara sadar mengetahui apa yang harus terjadi yaitu Pakta Warsawa harus bubar.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Kompas.com/Gama Prabowo)