Konflik Rusia Vs Ukraina

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Larang Warganya Ikut Bertempur ke Ukraina

Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno meminta warga Jepang untuk tidak berpartisipasi dalam perang di Ukraina.

Foto Kantor PM Jepang
Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno Jumat (4/1/2022) saat jumpa pers. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno meminta warga Jepang untuk tidak berpartisipasi dalam perang di Ukraina.

"Kami  telah mengeluarkan nasihat evakuasi di seluruh Ukraina. Saya ingin Anda berhenti bepergian terlepas dari tujuan Anda," papar Matsuno Rabu ini (2/3/2022).

 Jika pelamar diidentifikasi, mereka akan "diperingatkan secara individual".

Kedutaan Besar Ukraina di Jepang dalam  Twitter nya menuliskan  "pengalaman dalam pelatihan khusus seperti pengalaman Pasukan Bela Diri" sebagai syarat apabila mau bergabung dengan tentara Ukraina dan meminta kerja sama semua pihak.

Belakangan informasi itu telah dihapus.

"Saya membuat penawaran yang tepat ke kedutaan,"  tekan Matsuno yang tampaknya meminta agar twitter kedutaan Ukraina itu dihapus.

Di sisi lain, pada pertemuan gabungan seperti subkomite diplomatik Partai Demokrat Liberal (LDP) yang diadakan pada tanggal 2 Maret ini, ada suara-suara yang mengakui bahwa partisipasi orang Jepang tidak boleh dihentikan.

Pada Selasa (1/3/2022), sebanyak 70 pria Jepang termasuk 50 mantan anggota Pasukan Bela Diri Jepang dan dua veteran Legiun Asing Prancis, melamar menjadi sukarelawan agar bisa bertempur di Ukraina melawan Rusia.

Pemerintah Ukraina telah membebaskan semua orang masuk ke negaranya tanpa visa untuk bergabung bersama tentara Ukraina melawan Rusia.

Diskusi mengenai partisipasi warga Jepang di Ukraina menarik dilakukan kelompok Pecinta Jepang. Silakan bergabung dengan kirim email ke: info@tribun.in

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved