Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pasukan Rusia Kuasai Kota Utama Kherson di Ukraina Selatan, Jam Malam Diberlakukan

pasukan Rusia telah memaksa masuk ke gedung dewan kota dan memberlakukan jam malam pada penduduk.

Tayang:
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Sanusi
AFP/SERGEY BOBOK
Orang-orang bersenjata berdiri di luar balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM – Pasukan Rusia telah menguasai kota pelabuhan utama di Ukraina selatan.

Kherson adalah kota besar pertama yang direbut Rusia, setelah pertempuran sengit, sejak seminggu lalu.

Wali Kota Kherson Igor Kolykhaev mengatakan pasukan Rusia telah memaksa masuk ke gedung dewan kota dan memberlakukan jam malam pada penduduk.

Baca juga: Merek Mode H&M dan Perusahaan Lain Bergabung untuk Menghentikan Bisnis di Rusia

Hari Rabu merupakan salah satu hari pertempuran yang paling merusak.

Investigasi terhadap kemungkinan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Rusia di Ukraina telah diluncurkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda.

Rusia juga untuk pertama kalinya melaporkan sebanyak 498 tentara tewas dan 1.597 tentara lainnya terluka selama menginvasi Ukraina.

Sedangkan Ukraina melaporkan bahwa lebih dari 2.000 warga sipil tewas sejak invasi dimulai Kamis lalu. Konflik juga telah menyebabkan lebih dari satu juta orang melarikan diri dari Ukraina.

Dalam sebuah postingan di Facebook, Kolykhaev mengatakan pasukan Rusia mengendalikan Kherson, sebuah pelabuhan di pantai Laut Hitam selatan Ukraina dengan populasi lebih dari 280.000 orang.

Baca juga: China Bantah Tuduhan Minta Rusia Tak Serang Ukraina Sampai Olimpiade Musim Dingin Selesai

Kolykhaev mendesak tentara Rusia untuk tidak menembak warga sipil, dengan mengatakan tidak ada pasukan Ukraina di kota itu.

Selain itu, Kolykhaev juga meminta warga Ukraina untuk mengikuti kondisi yang ditetapkan oleh pasukan Rusia, diantaranya:

- Mematuhi jam malam yang ketat dari pukul 20:00 hingga 06:00

- Hanya keluar dalam kelompok dua orang paling banyak.

- Mengizinkan hanya mobil yang membawa makanan, obat-obatan, dan persediaan lainnya yang masuk ke kota, mengemudi dengan kecepatan minimum.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved