Jumat, 29 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sekitar 17.000 Turis Rusia dan Ukraina Terjebak di Republik Dominika

Sekitar 15.000 turis Rusia dan 2.000 turis Ukraina terjebak di Republik Dominika setelah diberlakukan pembatasan perjalanan.

Tayang:
Editor: Miftah
AFP
Wisatawan menikmati pantai di Punta Cana di Republik Dominika, pada 7 Januari 2022. - Turis Rusia dan Ukraina terjebak di Republik Dominika setelah diberlakukan pembatasan perjalanan. 

Jumlah Korban Invasi Rusia di Ukraina

Genap sepekan Rusia melakukan serangkaian serangan ke Ukraina.

Invasi Rusia telah dimulai pada Kamis (24/2/2022), pekan lalu.

Dikutip dari CNN Kamis (3/3/2022), Misi Pemantau Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina mengatakan telah mencatat 752 korban sipil di Ukraina sejak awal invasi Rusia.

Dikatakan bahwa hingga Selasa (1/3/2022) tengah malam, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mencatat 227 tewas, termasuk 15 di bawah usia 18 tahun, dan 525 terluka.

Sementara itu, dikutip dari CBS News, Presiden Ukraina, Voldymyr Zelensky bersumpah pada hari Rabu bahwa Rusia tidak akan menggulingkan pemerintahannya dengan menghantam kota-kota dan warga sipil Ukraina dengan rudal.

Dengan tekanan dari sanksi internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Moskow yang membengkak dari hari ke hari, yang tampaknya semakin menjadi strategi Vladimir Putin.

Zelensky mengatakan hampir 6.000 anggota pasukan invasi Rusia telah tewas sejak Putin melancarkan perang tanpa alasan melawan Ukraina seminggu yang lalu.

Sementara itu, Layanan Darurat Negara Ukraina mengatakan bahwa lebih dari 2.000 warga sipil telah tewas sejak awal invasi Rusia, dan seorang pejabat pemerintah mengatakan setidaknya ada 21 anak-anak di antara yang tewas.

Pasukan Putin terus mendorong perlahan ke wilayah Ukraina, tetapi setelah tujuh hari perang, Rusia belum mengambil kendali penuh atas kota besar Ukraina mana pun.

Para pejabat Rusia mengklaim kontrol penuh atas Kherson, di pantai selatan.

Tetapi pejabat Ukraina dan AS membantah pernyataan tersebut, dengan seorang penasihat Zelensky mengatakan "kota itu belum jatuh, pihak kami terus bertahan."

Gambar selebaran yang dirilis di halaman Facebook Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada 1 Maret 2022 menunjukkan asap setelah serangan rudal yang menargetkan pusat televisi ibukota Ukraina di Kyiv.
 (Photo by UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES / AFP)
Gambar selebaran yang dirilis di halaman Facebook Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada 1 Maret 2022 menunjukkan asap setelah serangan rudal yang menargetkan pusat televisi ibukota Ukraina di Kyiv. (Photo by UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES / AFP) (AFP/-)

Para pejabat AS mengatakan pasukan dan senjata Rusia yang saat ini sekitar 20 mil di utara Kyiv dapat bergerak untuk mengepung ibu kota dalam waktu seminggu, dan kemudian merebutnya dalam waktu satu bulan.

Namun perang Rusia dari kejauhan, serangan artileri berat yang semakin tanpa ampun menghantam pusat-pusat populasi besar telah menimbulkan korban yang menghancurkan warga sipil Ukraina.

Baca juga: Anis Matta Sebut Perang Rusia-Ukraina Pertanda Bakal Ada Tatanan Dunia Baru

Baca juga: Presiden Ukraina Klaim Gagalkan Rencana Licik Rusia hingga Sebut 9.000 Tentara Rusia Tewas

Hampir 700.000 telah meninggalkan rumah mereka ke negara-negara tetangga.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved