Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kecam Pasukan Rusia yang Tembaki Pengungsi, Presiden Ukraina: Tak Ada Tempat yang Tenang bagi Anda

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky bersumpah akan membalas kekejaman pasukan Rusia atas perbuatan yang dilakukan terhadap para warga sipil.

AFP/SERGEI SUPINSKY
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky berbicara saat menggelar jumpa pers di Kota Kyiv (Kiev), Ukraina, Kamis (3/3/2022) waktu setempat. Volodymyr Zelensky meminta pihak Barat untuk meningkatkan bantuan militer ke Ukraina. Ia mengatakan, jika tidak, Rusia akan maju ke seluruh Eropa. "Jika Anda tidak memiliki kekuatan untuk menutup langit, maka beri saya pesawat!" ujar Zelensky dalam jumpa pers. "Jika kami tidak ada lagi maka, amit-amit, Latvia, Lithuania, Estonia akan menjadi berikutnya," katanya. "Percayalah pada saya," tambahnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengecam aksi tentara Rusia yang menembaki para pengungsi perang.

Bahkan Zelensky bersumpah akan membalas kekejaman pasukan Rusia atas perbuatan yang dilakukan terhadap para warga sipil di tengah pelarian perang.

Ia mengatakan, penembakan pasukan Rusia telah menewaskan sebuah keluarga muda di pinggiran Kota Kiev.

"Mereka hanya berusaha keluar kota. Untuk melarikan diri. Seluruh keluarga," kata Zelensky, Minggu (6/3/2022) malam. 

"Berapa banyak keluarga seperti itu yang meninggal di Ukraina. Kami tidak akan memaafkan (pelaku penembakan). Kami tidak akan lupa. Kami akan menghukum semua orang yang melakukan kekejaman dalam perang ini."

"Tidak ada tempat yang tenang di dunia ini bagi Anda, kecuali kuburan," ujar Zelensky kepada pasukan Rusia yang berada di balik serangan di Kota Irpin, tepi barat ibu kota. 

Baca juga: Isi Lengkap Pidato Pertama Presiden Ukraina Zelensky di Kantornya: Saya Tidak Takut pada Siapa pun

Baca juga: Sejak Invasi Dimulai, 133 Warga Sipil Termasuk 5 Anak-anak Tewas di Wilayah Kharkiv Ukraina

Ratusan warga sipil telah berkumpul di dekat jembatan di Irpin pada Minggu, berusaha melarikan diri dari ibu kota, dengan hanya selusin tentara Ukraina di sana, sebagaimana dilansir The Guardian yang mengutip New York Times.

Sebagian besar tentara Ukraina membantu warga sipil membawa barang bawaan mereka.

Tembakan mortir dari Rusia mulai agak jauh dari jembatan, sebelum mendekat jalan di mana warga sipil ditangkap di tempat terbuka.

Delapan orang tewas dalam serangan itu, termasuk seorang wanita, putra remajanya, dan seorang putri usia sekolah dasar, ditambah seorang teman keluarga.

Barang-barang mereka mereka berserakan di jalan.

Dalam sebuah rekaman yang memperlihatkan serangan itu, sekelompok pejuang tampak berusaha membantu keluarga tersebut.

Wali Kota Irpin menggambarkan melihat keempat orang itu terbunuh "di depan mata saya" saat sebuah peluru menghantam mereka.

"Itu kurang ajar, mereka monster. Irpin sedang berperang, Irpin belum menyerah," ujar Oleksandr Maskushyn di Telegram.

Ia juga menambahkan, sebagian kota itu sudah di bawah kendali pasukan Rusia.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan