Konflik Rusia Vs Ukraina
Kecam Pasukan Rusia yang Tembaki Pengungsi, Presiden Ukraina: Tak Ada Tempat yang Tenang bagi Anda
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky bersumpah akan membalas kekejaman pasukan Rusia atas perbuatan yang dilakukan terhadap para warga sipil.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Sri Juliati
Militer Rusia akan melakukan gencatan senjata dan membuka koridor kemanusiaan di beberapa kota Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv, pada pukul 10.00 waktu Moskow, Senin (7/3/2022), kata kementerian pertahanan Rusia yang dikutip kantor berita Interfax.
Beberapa kota di Ukraina telah melaporkan kematian dan kerusakan yang meluas saat kedua belah pihak bersiap untuk pembicaraan damai putaranketiga, yang diharapkan digelar pada Senin, sebagaimana diberitakan AlJazeera.
Sementara itu, sanksi untuk Rusia masih terus bergulir.
Raksasa streaming Netflix telah menangguhkan layanannya di Rusia.
Pemerintah AS sedang mempertimbangkan larangan minyak dari Rysia dalam rangka meningkatkan tekanan pada Moskow atas invasi ke Ukraina.
Lebih dari 1 Juta Orang Ukraina Mengungsi ke Polandia

Masih dari AlJazeera, sekitar 1,067 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke Polandia sejak dimulainya invasi Rusia, termasuk 142.300 pengungsi baru pada Minggu, kata penjaga perbatasan Polandia.
Baca juga: Tuduh Rusia Langgar Kesepakatan, Putin Mulai Tingkatkan Ancaman Terhadap Ukraina
Baca juga: Di Tengah Invasi Rusia, Upaya Multinasional Pengiriman Senjata AS ke Ukraina Dikebut
"Lalu lintas di perbatasan Polandia-Ukraina meningkat, hari ini pukul 07.00, 42 ribu orang dari Ukraina tiba di Polandia," tulisnya di Twitter.
Seorang pejabat Prancis mengatakan situasi di Mariupol saat ini sedang sulit.
Sangat sedikit pengungsi dari kota strategis di Laut Azov yang berhasil keluar pada Sabtu (5/3/2022).
Tetapi, satu keluarga, yang tak menyebutkan nama mereka, tiba di pusat kota Dnipro dan menceritakan pengalaman mereka.
“Kami tinggal di ruang bawah tanah selama tujuh hari tanpa pemanas, listrik atau internet, dan kehabisan makanan dan air,” kata salah satu dari mereka, masih mengutip The Guardian.
“Di jalan, kami melihat ada mayat di mana-mana, orang Rusia dan Ukraina. Kami melihat orang-orang telah dikubur di ruang bawah tanah mereka.”
Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyalahkan kegagalan gencatan senjata di Mariupol dan negara tetangga Volnovakha pada "nasionalis Ukraina".
Putin “memberi perhatian pada fakta bahwa Kyiv masih belum memenuhi kesepakatan yang dicapai mengenai masalah kemanusiaan akut ini”, kata Kremlin.
“Dan jeda dalam permusuhan sekali lagi hanya digunakan untuk membangun kekuatan dan sarana di posisi mereka.”
Menolak bantahan Moskow, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan kepada CNN, "Kami telah melihat laporan yang sangat kredibel tentang serangan yang disengaja terhadap warga sipil, yang merupakan kejahatan perang."
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)