Konflik Rusia Vs Ukraina
Pasukan Rusia Serang Pabrik Pengolahan Minyak dan Depot Bahan Bakar di Odesa
Pasukan Rusia mengaku telah menyerang pabrik pengolahan minyak dan depot bahan bakar di dekat pelabuhan strategis Laut Hitam, Odessa.
TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Rusia mengaku telah menyerang pabrik pengolahan minyak dan depot bahan bakar di dekat pelabuhan strategis Laut Hitam, Odessa.
Dilansir Npr.org, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov mengatakan kapal dan pesawat Rusia menembakkan rudal pada Minggu (3/4/2022) untuk menyerang fasilitas tersebut.
Disebutkan bahwa situs itu digunakan untuk menyediakan bahan bakar bagi pasukan Ukraina di dekat Mykolaiv.
Konashenkov juga mengatakan serangan Rusia menghancurkan gudang amunisi di Kostiantynivka dan Khresyshche.
Baca juga: Fotografer Situs Berita Ukraina, Maksim Levin Tewas saat Meliput Perang
Baca juga: Korban Tewas Akibat Serangan Rudal Rusia di Wilayah Mykolaiv Ukraina Meningkat Jadi 36 Orang
Dalam pesan audio yang diunggah oleh kantor berita Italia ANSA, fotografer Italia Carlo Orlandi mengatakan sirene militer membangunkan warga pada pukul 05.45 waktu setempat.
Tak lama berselang, suara bom jatuh di kota pelabuhan dari dua pesawat.
Dia menggambarkan kolom asap hitam membubung dari target, dan api berkobar dari gedung-gedung.
"Apa yang bisa kita lihat adalah tampilan tebal asap gelap, dan ledakan demi ledakan," kata Orlandi.
Baca juga: Grammy Awards 2022 Akan Tampilkan Segmen Khusus untuk Ukraina
Baca juga: Donald Trump Sebut Invasi Ukraina Tidak akan Terjadi Jika Ia Masih Berada di Gedung Putih
Kejahatan perang yang kejam di Bucha
Di tempat lain di Ukraina, Wali Kota ibukota Kyiv, Vitali Klitschko, telah menyatakan keterkejutannya atas "kejahatan perang yang kejam" yang dilakukan oleh tentara Rusia di kota Bucha, barat laut ibukota.
Mengacu pada laporan warga sipil yang dieksekusi, Klitschko mengatakan kepada harian Jerman Bild pada Minggu (3/4/2022) bahwa "apa yang terjadi di Bucha dan pinggiran Kyiv lainnya hanya dapat digambarkan sebagai genosida."
Seorang kru AP pada Minggu melihat mayat,sedikitnya sembilan orang yang tampaknya telah dieksekusi.
Setidaknya dua dari mereka memiliki tangan terikat di belakang punggung mereka.
Mereka semua mengenakan pakaian sipil dan setidaknya tiga telanjang dari pinggang ke atas.
Satu terlihat memiliki bekas tembakan di dada dari jarak dekat.
Baca juga: Paus Fransiskus Pertimbangkan Kunjungi Ukraina Setelah Mendapat Undangan dari Presiden Zelenskyy
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/serangan-pasukan-rusia-di-odessa.jpg)