Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Sebut AS Sengaja Buat Rekaman Pembantaian Massal di Bucha

Rusia mengatakan bahwa rekaman banyak warga sipil yang tewas di kota Bucha, Ukraina sengaja dibuat oleh Amerika Serikat.

AFP/Sergei Supinsky
Sukarelawan membawa mayat warga Ukraina yang terbunuh di kota Bucha, Ukraina pada 3 April 2022. - Rusia menuduh AS sengaja membuat rekaman pembantaian massal di Bucha. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian luar negeri Rusia mengatakan bahwa rekaman warga sipil yang tewas di kota Bucha, Ukraina telah "diperintahkan" oleh Amerika Serikat.

Menurut kementerian, itu merupakan bagian dari rencana AS untuk menyalahkan Rusia.

"Siapa yang menguasai provokasi? Tentu saja Amerika Serikat dan NATO," kata juru bicara kementerian Maria Zakharova dalam sebuah Minggu (3/4/2022), seperti dilansir CNA.

Zakharova mengatakan bahwa kemarahan Barat langsung atas gambar warga sipil yang tewas menunjukkan bahwa cerita itu telah menjadi bagian dari rencana untuk menodai reputasi Rusia.

"Dalam kasus ini, menurut saya fakta bahwa pernyataan ini (tentang Rusia) dibuat pada menit-menit pertama setelah materi-materi ini muncul, tidak diragukan lagi siapa yang 'memerintahkan' cerita ini," katanya.

Baca juga: Sejumlah Mayat Ditemukan dengan Tangan Terikat di Bucha, PBB Duga Rusia Lakukan Kejahatan Perang

Baca juga: Kremlin Sebut Kebijakan Inggris Sebabkan Shell Tak Mampu Beli Gas Dari Rusia

Pihak berwenang Ukraina pada hari Minggu, mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan perang oleh Rusia setelah menemukan ratusan mayat, beberapa diikat dan ditembak dari jarak dekat, berserakan di sekitar kota-kota di luar ibu kota Kyiv setelah pasukan Rusia menarik diri dari daerah itu.

Sementara, pihak berwenang Rusia mengatakan bahwa foto-foto dan rekaman yang disiarkan dari Bucha adalah "provokasi" yang dirancang untuk mengganggu pembicaraan damai antara Moskow dan Kyiv.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa gambar-gambar itu adalah "pertunjukan lain yang dipentaskan oleh rezim Kyiv".

Rekaman dan foto-foto warga sipil yang tewas berserakan di seluruh kota telah mendorong negara-negara Barat untuk menyerukan agar mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang di Ukraina dihukum.

Rusia meminta agar Dewan Keamanan PBB bersidang pada Senin untuk membahas apa yang disebutnya "provokasi oleh radikal Ukraina" di Bucha.

Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang disebutnya operasi khusus untuk menurunkan kemampuan militer tetangga selatannya dan membasmi orang-orang yang disebutnya nasionalis berbahaya.

Pasukan Ukraina telah melakukan perlawanan keras, dan Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dalam upaya untuk memaksanya menarik pasukannya.

Tumpukan Mayat di Bucha

Ukraina menuduh pasukan Rusia melakukan "pembantaian" di kota Bucha, dekat ibu kota Kyiv.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved