Swedia Rusuh, 3 Polisi Terluka dan Mobil Polisi Dibakar

Tiga petugas polisi dilarikan ke rumah sakit setelah kerusuhan pecah di kota Linkoping, pantai timur Swedia, Kamis (14/4/2022).

Editor: Daryono
Kantor Berita TT / AFP
Petugas polisi anti huru hara mengamankan area tersebut saat asap mengepul dari pembakaran ban, palet, dan kembang api saat beberapa ratus pengunjuk rasa melakukan kerusuhan di lingkungan Rosengard, Malmo, Swedia, pada 28 Agustus 2020. Protes dipicu oleh pembakaran garang oleh anggota Partai sayap kanan Denmark Stram Kurs pada hari sebelumnya. Pemimpin partai Rasmus Paludan ditolak masuk ke Swedia untuk sebuah manifestasi pada hari Jumat. 

TRIBUNNEWS.COM - Tiga petugas polisi dilarikan ke rumah sakit setelah kerusuhan pecah di kota Linkoping, pantai timur Swedia, Kamis (14/4/2022).

Para demonstran melakukan aksi pembakaran Al Quran yang diduga telah direncanakan sebelumnya.

Dilansir The Guardian, berdasarkan video yang diambil di tempat kejadian, sebuah mobil terbakar dan puluhan orang dengan penutup muka menyerang mobil polisi.

"Suasana sangat emosional dan ada serangan terhadap polisi di tempat kejadian," kata juru bicara kepolisian Asa Willsund kepada penyiar SVT, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Rusia Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung ke NATO, Jika Nekat Bakal Dirudal

Baca juga: Rusia Peringatkan Swedia-Finlandia Jika Gabung NATO, Ancam Kerahkan Senjata Nuklir dan Rudal

Swedia Rusuh 2022
Mobil van polisi terbakar selama protes balasan di taman Sveaparken di Orebro, Swedia tengah selatan pada 15 April 2022, di mana partai sayap kanan Denmark Stram Kurs memiliki izin untuk pertemuan persegi pada Jumat Agung. Pengunjuk rasa kontra berdemonstrasi menentang unjuk rasa oleh gerakan Stram Kurs (Garis Keras) anti-imigrasi dan anti-Islam yang dipimpin oleh Rasmus Paludan Denmark-Swedia dan niat mereka untuk membakar Alquran, bentrok dengan polisi pada hari Jumat, menyebabkan empat petugas polisi terluka, pihak berwenang mengatakan, pada hari kedua berjalan bahwa telah terjadi bentrokan.

Setelah aparat mundur, keadaan berangsur tenang.

Korban luka

Dua dari petugas mengalami luka ringan.

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua dari petugas mengalami luka ringan, sementara kondisi ketiga tidak diketahui.

Petugas kepolisian juga mengamankan dua orang yang terlibat dalam aksi tersebut.

Baca juga: Berita Foto : Bentrok Warga Palestina dan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa

Baca juga: UPDATE 158 Warga Palestina Terluka dalam Aksi Kekerasan Pasukan Israel di Masjid Al-Aqsa

Kerusuhan dimulai sebelum aksi demo

Kerusuhan dimulai sebelum demonstrasi yang direncanakan oleh politisi anti-Muslim Denmark, Rasmus Paludan dan partainya Stram Kurs (Garis Keras) yang dimaksudkan untuk membakar kitab suci umat Islam, Al Quran.

Sementara Stram Kurs telah diberi izin untuk mengadakan demonstrasi mereka di lingkungan Skaggetorp – di mana lebih dari 50% penduduknya lahir di luar negeri – mereka tidak dapat memulainya karena polisi sedang menangani para perusuh.

"Ada orang-orang bertopeng di tempat kejadian yang melempari polisi dengan batu," kata sebuah pernyataan dari polisi daerah, tanpa mengidentifikasi apakah mereka adalah bagian dari protes yang dijadwalkan atau kontra-pemrotes.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan para pemuda menghancurkan jendela mobil polisi dan meneriakkan "Allahu Akbar" (Tuhan Maha Besar).

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved