Konflik Rusia Vs Ukraina
Intelijen AS Disebut Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia
Sebuah laporan dari NYT, menyebut Washington membantu Ukraina untuk menargetkan dan membunuh banyak jenderal Rusia dalam perang saat ini.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah laporan dari New York Times, yang mengutip pejabat senior Amerika Serikat (AS), menyebut Washington membantu Ukraina untuk menargetkan dan membunuh banyak jenderal Rusia dalam perang saat ini.
"Bantuan penargetan adalah bagian dari upaya rahasia oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden memberikan intelijen medan perang real-time ke Ukraina," lapor NYT, seperti yang dikatakan pejabat.
Dilansir Al Jazeera, laporan itu menerangkan bahwa AS memberikan Ukraina lokasi dan rincian lainnya tentang markas militer Rusia, yang sering dipindahkan.
Ukraina menggabungkan bantuan tersebut dengan kerja intelijennya, termasuk percakapan yang disadap yang digunakan untuk menemukan perwira senior Rusia.
Kemudian, Ukraina melakukan serangan demi serangan ke lokasi tersebut.
Para pejabat Ukraina mengatakan telah membunuh sekitar 12 jenderal di garis depan, jumlah yang sangat tinggi, menurut banyak analis militer.
Baca juga: Intelijen AS Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia dan Antisipasi Rencana Pertempuran Rahasia di Donbas
Baca juga: UPDATE Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-71, Berikut Ini Sejumlah Peristiwa yang Terjadi
Rusia serang target non-militer
Sementara itu, Rusia terus menyerang target non-militer di Ukraina seperti properti perumahan dan pusat transportasi.
Hal ini sebagai upaya untuk melemahkan tekad negara itu, demikian dikatakan Kementerian Pertahanan Inggris.
Dikutip The Guardian, meskipun operasi darat Rusia berfokus pada Ukraina timur, serangan rudal terus berlanjut di seluruh negeri ketika Rusia berusaha untuk menghambat upaya pasokan Ukraina, tambah laporan itu.
"Ketika operasi Rusia telah goyah, target non-militer termasuk sekolah, rumah sakit, properti perumahan dan pusat transportasi terus terkena."
"Ini menunjukkan kesediaan Rusia untuk menargetkan infrastruktur sipil dalam upaya untuk melemahkan tekad Ukraina."
"Penargetan lanjutan dari kota-kota utama seperti Odessa, Kherson dan Mariupol menyoroti keinginan mereka untuk sepenuhnya mengontrol akses ke Laut Hitam, yang akan memungkinkan mereka untuk mengontrol jalur komunikasi laut Ukraina, dan berdampak negatif pada ekonomi mereka."
Berita lain terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/halaman-pabrik-baja-azovstal.jpg)