AS Klaim Korea Utara akan Lakukan Uji Coba Rudal Jarak Jauh, Jelang Perjalanan Biden ke Asia

Sumber AS menyebut Korea UTara tampaknya sedang mempersiapkan kemungkinan uji coba rudal balistik antarbenua dalam 48 hingga 96 jam ke depan.

STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar ini diambil pada tanggal 27 April 2022 dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 29 April menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengambil bagian dalam upacara parade untuk menandai peringatan 90 tahun berdirinya Tentara Revolusioner Rakyat Korea (KPRA), di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. 

AS sekarang percaya bahwa peluncuran rudal Korea Utara pada 4 Mei merupakan ICBM gagal yang meledak tak lama setelah peluncuran.

Washington juga menilai bahwa dua uji coba rudal balistik pada 26 Februari dan 4 Maret melibatkan ICBM baru yang sedang dikembangkan oleh Korea Utara.

Menurut Pentagon, rudal tersebut awalnya ditampilkan untuk pertama kalinya pada parade Partai Pekerja Korea pada 10 Oktober 2020.

Tes awal tahun ini dimaksudkan sebagai evaluasi dan tidak mencoba untuk menunjukkan jangkauan ICBM. 

Setelah mengumumkan temuan tersebut pada Maret, Pentagon meningkatkan aktivitas pengawasan di Laut Kuning serta 'meningkatkan kesiapan' pertahanan rudal AS di wilayah tersebut.

Baca juga: Presiden AS Biden ke Jepang 23 Mei, Umumkan IPEF 8 Anggota, Indonesia Masih Dinantikan

Presiden AS Joe Biden memberikan sambutan selama Layanan Peringatan Petugas Perdamaian Nasional di US Capitol di Washington, DC, pada 15 Mei 2022.
Presiden AS Joe Biden memberikan sambutan selama Layanan Peringatan Petugas Perdamaian Nasional di US Capitol di Washington, DC, pada 15 Mei 2022. (Stefani Reynolds / AFP)

Uji coba nuklir bawah tanah

CNN melaporkan awal bulan ini bahwa militer AS dan badan intelijen menilai bahwa Korea Utara siap untuk melanjutkan uji coba nuklir bawah tanah.

Penilaian itu menyimpulkan bahwa pemerintah Kim Jong Un sedang melakukan persiapan di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri dan bisa siap untuk melakukan uji coba pada akhir bulan.

Tanda-tanda aktivitas personel dan kendaraan di lokasi telah terlihat melalui citra satelit.

Tetapi para pejabat tidak tahu apakah rezim telah menempatkan bahan nuklir di salah satu terowongan bawah tanah di lokasi uji, yang telah diawasi ketat oleh AS.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved