Konflik Rusia Vs Ukraina
Moldova Persiapkan Diri Jika Pecah Perang Efek Konflik Ukraina-Rusia
Moldova memiliki kerentanan karena posisi Republik Transnistria, dan ketegangan dan kerumitan hubungannya dengan Chisinau.
Laporan intelijen menyebutkan Ukraina mungkin menyerang Moldova, jika Rusia membuat jembatan militer di Transnistria.
Sementara Moldova masih memainkan permainan yang tidak pasti dalam konflik Ukraina, Rumania secara terbuka mengutuk Federasi Rusia.
Prancis Ikuti Perkembangan Moldova
Pada 19 Mei, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengomentari situasi di Transnistria. Macron meminta semua waspada jika konflik menyebar ke negara tetangga.
Macron menekankan, Prancis berniat mengawasi secara khusus situasi keamanan regional dan kemungkinan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Moldova
Menurut Presiden Prancis, konflik tersebut dapat merembet ke negara lain dan mengancam keamanan kawasan.
Oleh karena itu, Prancis terpaksa mengambil langkah-langkah tertentu untuk menjamin keamanan kawasan dan mereka sendiri.
Kementerian Pertahanan Rumania mengumumkan Prancis akan mengerahkan unit pertahanan udara khusus di pangkalan militer Capu-Midia (di distrik Constanta), Tumania.
Situasi di Transnistria cukup kompleks. Rumania secara aktif mendukung Ukraina tetapi bersikap netral terhadap Pridnestrovian Moldavian Republic (PMR).
Moldova memiliki hubungan melalui negara-negara barat dan tampaknya siap mengorbankan keamanannya untuk membantu Ukraina.
Otoritas PMR tidak memberikan komentar khusus, dan republik yang tidak diakui itu sebagian besar mengkhawatirkan kemerdekaannya, meskipun bersimpati dengan Rusia.
Federasi Rusia, di sisi lain, belum membuat langkah signifikan di Transnistria dan tidak berniat untuk membuka front baru di sana dalam jangka pendek.(Tribunnews.com/Soouthfront/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lambang-besar-transnistria-wilayah-pro-rusia.jpg)