Iran Vs Amerika Memanas
Jelang Deadline Iran-AS, Teheran Masih Enggan Kirimkan Delegasi ke Pakistan
Laporan dari IRIB ini sekaligus menepis berbagai spekulasi mengenai kehadiran tim negosiasi Iran di Pakistan
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Iran melalui lembaga penyiaran IRIB menegaskan bahwa hingga Selasa pagi (21/4/2026), mereka belum mengirimkan delegasi diplomatik apa pun ke Islamabad, Pakistan
- Teheran menyatakan posisi tegas bahwa mereka tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman AS
- Iran menekankan bahwa partisipasi mereka sangat bergantung pada perubahan sikap AS
- Sementara itu, Militer Iran melalui Mayor Jenderal Abdollahi menyatakan kesiapan tempur untuk merespons ancaman musuh atas wilayah strategis Selat Hormuz
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki fase krusial menjelang tenggat waktu gencatan senjata yang jatuh pada Rabu esok hari (22/4/2026).
Hingga saat ini, pihak Teheran dilaporkan masih ragu dan belum mengirimkan delegasi resminya ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan damai.
Hal ini dikonfirmasi oleh pemerintahan Teheran melalui pengumuman yang disampaikan oleh Lembaga Penyiaran Pemerintah Iran (IRIB).
IRIB mengonfirmasi bahwa hingga Selasa pagi ini (21/4/2026) belum ada pergerakan diplomatik menuju wilayah negara tetangga tersebut.
"Tidak ada delegasi diplomatik Iran baik dari tim utama atau sekunder, maupun misi awal atau tindak lanjut, yang telah melakukan perjalanan ke Islamabad, Pakistan sejauh ini," tulis IRIB melalui unggahan di media sosial X.
Laporan ini sekaligus menepis berbagai spekulasi yang beredar di media internasional, termasuk media Amerika Serikat dan regional, mengenai kehadiran tim negosiasi Iran di Pakistan.
IRIB menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan adanya pertemuan pada Senin sore atau Selasa pagi adalah informasi yang tidak akurat.
Pihak Iran menekankan bahwa keberlanjutan dialog sangat bergantung pada itikad baik dari pihak Washington.
Dilansir NBC News, IRIB melalui pesan resmi Telegram mereka juga menyatakan posisi konsisten pemerintah Iran mereka sejak Minggu malam.
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah ancaman atau pelanggaran komitmen, partisipasi Iran secara berkelanjutan dalam pembicaraan bergantung pada perubahan perilaku dan posisi orang-orang Amerika" terang IRIB.
Militer Iran Siaga Tempur
Baca juga: Kapal Iran Disita AS, Benarkah Ada Keterlibatan China?
Di tengah ketidakpastian meja perundingan, militer Iran justru menunjukkan sikap keras.
Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Abdollahi, menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran siap kembali memberikan respons "tegas" dan "segera" terhadap setiap ancaman musuh.
Abdollahi juga memberikan peringatan keras terkait kendali wilayah strategis di Teluk.
"Angkatan bersenjata tidak akan membiarkan penyalahgunaan atau narasi palsu dan menyesatkan tentang situasi di lapangan, terutama mengenai pengelolaan dan pengendalian Selat Hormuz", tegasnya seraya menyebut Donald Trump sebagai sosok yang kerap berbohong dan penuh delusi.