Cegah Penyebaran Monkeypox, AS Kirim Vaksin ke Kelompok Berisiko Tinggi

Administrasi Presiden AS Joe Biden telah mendistribusikan 1.200 dosis vaksin cacar monyet (Monkeypox) untuk orang-orang yang berisiko tinggi terpapar

rte.ie
Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Administrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mendistribusikan 1.200 dosis vaksin cacar monyet (Monkeypox) untuk orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus tersebut.

Ini merupakan bagian dari respons kesehatan masyarakat nasional negara itu untuk membasmi penyakit sebelum menyebabkan wabah besar.

Dikutip dari laman CNBC, Minggu (5/6/2022), Dr. Raj Panjabi, yang memimpin kantor kesiapsiagaan pandemi Gedung Putih mengatakan pada pekan lalu bahwa ia khawatir virus itu menyebar lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: CDC Temukan Jenis Cacar Monyet yang Tidak Terdeteksi, Kemungkinan Pernah Menyebar di AS


Dirinya menambahkan, wabah Monkeypox global kali ini adalah kasus terbesar yang pernah ada.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengatakan pada Rabu lalu bahwa saat ini ada lebih dari 550 kasus di 30 negara.

Staf medis yang mengenakan peralatan pelindung memasuki area karantina pusat LSM medis Internasional Doctors Without Borders (Medecins sans frontieres - MSF), di Zomea Kaka, di wilayah Lobaya, di Republik Afrika Tengah pada 18 Oktober 2018.
Staf medis yang mengenakan peralatan pelindung memasuki area karantina pusat LSM medis Internasional Doctors Without Borders (Medecins sans frontieres - MSF), di Zomea Kaka, di wilayah Lobaya, di Republik Afrika Tengah pada 18 Oktober 2018. (CHARLES BOUESSEL / AFP)

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, di negara itu, setidaknya 20 kasus yang dikonfirmasi atau dicurigai telah dilaporkan ditemukan pada 11 negara bagian, termasuk California, Colorado, Florida, Georgia, Illinois, Massachusetts, New York, Pennsylvania, Virginia, Utah, dan negara bagian Washington.

"Wabah Monkeypox dengan skala dan cakupan ini di seluruh dunia, belum pernah terlihat sebelumnya," kata Dr. Panjabi.

Baca juga: Jumlah Kasus Monkeypox di Prancis Meningkat Jadi 33 Kasus

Kendati demikian, para pejabat CDC telah berusaha meyakinkan publik bahwa kemunculan Monkeypox di AS sangat berbeda dengan virus corona (Covid-19) yang melanda negara itu dua tahun lalu.

Para ilmuwan hanya tahu sedikit informasi tentang Covid-19 saat virus itu kali pertama muncul dan AS tidak memiliki vaksin atau perawatan antivirus untuk melawan virus tersebut pada 2020.

Di sisi lain, Monkeypox telah dikenal oleh para ilmuwan sejak 1958, saat virus itu kali pertama diidentifikasi selama wabah diantara monyet yang dipelihara untuk tujuan penelitian.

Sedangkan penularannya pada manusia telah dipelajari sejak 1970-an.

Otoritas kesehatan global juga memiliki pengalaman luas yang berhasil memerangi cacar, yang dinyatakan oleh WHO telah diberantas pada 1980 setelah suksesnya upaya vaksinasi global.

Monkeypox berada dalam keluarga virus yang sama dengan cacar, meskipun gejalanya jauh lebih ringan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved