Allison Fluke-Ekren, Wanita AS yang Latih Para Wanita ISIS di Suriah

Wanita Amerika Serikat mengaku telah memimpin skuadron yang semuanya perempuan untuk kelompok ISIS di Suriah.

Alexandria Virginia Sheriff's Office / AFP
Foto tak bertanggal ini disediakan oleh Kantor Sheriff Alexandria Virginia pada 31 Januari 2022, menunjukkan Allison Fluke-Ekren. Fluke-Ekren, sebelumnya dari negara bagian Kansas AS, diduga memimpin batalion ISIS yang semuanya perempuan di Suriah dan telah didakwa memberikan dukungan material kepada kelompok teroris asing, Departemen Kehakiman AS mengumumkan pada 29 Januari. 

TRIBUNNEWS.COM - Wanita Amerika Serikat mengaku telah memimpin skuadron yang semuanya perempuan untuk kelompok ISIS di Suriah.

Ia juga sempat merencanakan serangan di Amerika, BBC.com melaporkan.

Dalam pernyataan resmi (plea), Allison Fluke-Ekren mengaku bersalah atas satu tuduhan, yaitu memberikan dukungan kepada kelompok ISIS.

Ia mengaku melatih lebih dari 100 wanita dewasa dan anak-anak/remaja perempuan untuk kekerasan.

“Lebih dari 100 wanita dan gadis muda, termasuk yang berusia 10 atau 11 tahun, menerima pelatihan militer dari Fluke-Ekren di Suriah atas nama ISIS,” kata Departemen Kehakiman AS dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (7/6/2022).

Wanita 42 tahun itu menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara pada sidang putusannya yang akan digelar 25 Oktober mendatang, menurut Aljazeera.

Baca juga: Ini Dia Wanita AS Pentolan Batalyon Khusus ISIS di Raqqa Suriah

Baca juga: Mahasiswa yang Ditangkap Densus 88 di Malang Bercita-cita Dirikan Negara Islam Sebar Propaganda ISIS

Foto tak bertanggal ini disediakan oleh Kantor Sheriff Alexandria Virginia pada 31 Januari 2022, menunjukkan Allison Fluke-Ekren. Fluke-Ekren, sebelumnya dari negara bagian Kansas AS, diduga memimpin batalion ISIS yang semuanya perempuan di Suriah dan telah didakwa memberikan dukungan material kepada kelompok teroris asing, Departemen Kehakiman AS mengumumkan pada 29 Januari.
Foto tak bertanggal ini disediakan oleh Kantor Sheriff Alexandria Virginia pada 31 Januari 2022, menunjukkan Allison Fluke-Ekren. Fluke-Ekren, sebelumnya dari negara bagian Kansas AS, diduga memimpin batalion ISIS yang semuanya perempuan di Suriah dan telah didakwa memberikan dukungan material kepada kelompok teroris asing, Departemen Kehakiman AS mengumumkan pada 29 Januari. (Alexandria Virginia Sheriff's Office / AFP)

Fluke-Ekren, yang merupakan seorang ibu dan berprofesi sebagai guru, meninggalkan AS pada 2011.

Ia kemudian bekerja dengan kelompok teror di Libya sebelum pindah ke Suriah.

Fluke-Ekren ditangkap di Suriah dan kemudian dibawa ke AS pada akhir Januari untuk menghadapi dakwaan.

Saat bersama ISIS, ia memimpin Khatiba Nusaybah, sebuah batalyon wanita yang berbasis di ibu kota de facto Raqqa, Suriah.

Peran utamanya adalah mengajar wanita dan remaja perempuan untuk menggunakan senjata, mulai dari senapan AK-47, granat hingga rompi bunuh diri, menurut para pejabat.

Baca juga: Mahasiswa di Malang Ditangkap Karena Diduga Danai Hingga Kelola Media Sosial ISIS di Indonesia

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved