Korea Utara Selesaikan Persiapan Uji Coba Nuklir Baru, Korea Selatan: Mereka akan Bayar 'Harga'

Korea Utara telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba nuklir baru, kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin.

Penulis: Rica Agustina
STR / AFP / KCNA VIA KNS
Uji rudal balistik antar benua (ICBM) tipe baru, Hwasongpho- 17 milik Korea Utara pada 24 Maret 2022. -- Korea Utara telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba nuklir baru, kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba nuklir baru, kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin, Senin (13/6/2022).

Korea Utara diperkirakan akan melakukan uji coba nuklir ketujuh dalam beberapa hari mendatang.

Park Jin, setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, di Washington, mengatakan Korea Utara akan membayar harga jika terus maju.

"Korea Utara telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba nuklir lainnya dan saya pikir hanya keputusan politik yang harus dibuat," kata Park Jin sebagaimana dikutip Associated Press.

Park Jin menambahkan, uji coba nuklir Korea Utara hanya akan memperkuat pencegahan Korea Selatan dan sanksi internasional terhadap Pyongyang.

Baca juga: Pengemudi Truk Kargo di Korea Selatan Mogok Kerja, Pengusaha Dibuat Merugi Miliaran Won

Baca juga: PROFIL Choe Son Hui, Menteri Luar Negeri Wanita Pertama di Korea Utara, Seorang Juru Runding Nuklir

Untuk itu, Korea Utara harus berubah pikiran dan membuat keputusan yang tepat.

"Jika Korea Utara melakukan uji coba nuklir lagi, saya pikir itu hanya akan memperkuat pencegahan kami dan juga sanksi internasional," kata Park Jin.

"Korea Utara harus berubah pikiran dan membuat keputusan yang tepat."

Terlepas dari sanksi, Park Jin tidak mengatakan berapa harga yang akan dibayar Korea Utara.

Dia tidak menguraikan bagaimana kebijakan pencegahan akan berubah, tetapi Antony Blinken mengatakan AS dan sekutu perjanjian Korea Selatan dan Jepang dapat menyesuaikan postur militer mereka sebagai tanggapan.

"Kami sedang mempersiapkan semua kemungkinan ini dalam koordinasi yang sangat erat dengan pihak lain dan kami siap untuk membuat penyesuaian jangka pendek dan jangka panjang pada postur militer kami," kata Antony Blinken.

Sebagai tambahan, tekanan akan dipertahankan, akan berlanjut dan, jika sesuai, akan ditingkatkan, lanjut Antony Blinken.

Baik Park Jin maupun Antony Blinken, menekankan pintu negosiasi tanpa prasyarat tetap terbuka untuk Korea Utara.

Banyak pejabat AS dalam beberapa hari terakhir, menyesalkan sikap Korea Utara yang terus mengabaikan tawaran untuk berdialog.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved