Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Minta Dana 5 Miliar Dolar Per Bulan ke NATO, Kekalahan Kiev Tunda Perang Moskow Dengan Barat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mendesak blok NATO yang dipimpin AS untuk mencairkan dana sebesar 5 miliar dolar AS

Editor: Hendra Gunawan
Sergei SUPINSKY / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Luksemburg setelah pembicaraan di Kyiv pada 21 Juni 2022. Zelensky telah mendesak blok NATO yang dipimpin AS untuk mencairkan dana sebesar 5 miliar dolar AS atau Rp 74,352 triliun (kurs Rp 14.870/dolar) per bulan . 

TRIBUNNEWS.COM -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mendesak blok NATO yang dipimpin AS untuk mencairkan dana sebesar 5 miliar dolar AS atau Rp 74,352 triliun (kurs Rp 14.870/dolar) per bulan .

Dana tersebut sebagai dukungan negara Barat terhadap negaranya di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Zelensky pada KTT NATO di Madrid melalui tautan video pada hari Rabu, (29/6/2022).

Ia mengungkapkan, bahwa kekalahan Kiev akan mengakibatkan perang "tertunda" antara Moskow dan seluruh negara-negara Barat.

Baca juga: Misi Damaikan Rusia-Ukraina, Ini Yang Akan Disampaikan Presiden Jokowi Kepada Putin Hari Ini

Russia Today memberitakan Zelensky membuat pernyataan tersebut saat ia berbicara pada KTT NATO di Madrid melalui tautan video pada hari Rabu.

“Baik itu bantuan mendesak ke Ukraina yang cukup untuk kemenangan, atau perang yang tertunda antara Rusia dan Anda,” kata Zelensky kepada para pemimpin NATO.

Negara ini membutuhkan bantuan militer dan keuangan langsung, Zelensky menyatakan, menambahkan bahwa sekitar 5 miliar dolar AS per bulan diperlukan untuk menutupi defisit anggarannya.

Pejabat tinggi Ukraina telah berulang kali meminta Barat untuk memberikan dukungan keuangan.

“Bantuan keuangan untuk Ukraina tidak kalah pentingnya dengan pengiriman senjata,” kata Zelensky.

“Kami membutuhkan sekitar 5 miliar dolar setiap bulan, Anda tahu itu. Dan ini adalah hal mendasar, dibutuhkan untuk pertahanan dan perlindungan.”

Setelah konflik berakhir, Ukraina harus diberi tempat yang layak dalam arsitektur keamanan Barat, tegas Zelensky, menolak prospek Ukraina tetap berada di “zona abu-abu” antara Rusia dan blok NATO.

“Kami membutuhkan jaminan keamanan, dan Anda harus menemukan tempat bagi Ukraina di ruang keamanan bersama,” tegasnya.

Baca juga: Jokowi Berharap Perang Rusia dan Ukraina segera Dihentikan, Sedih Lihat Kerusakan di Kota Irpin

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved