Minggu, 31 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ini Alasan Jerman Tidak Dapat Kirim Senjata ke Ukraina Secepat Amerika Serikat

Jerman berjanji untuk mengirimkan senjata berat ke Ukraina, termasuk howitzer self-propelled, tank anti-pesawat, dan sistem rudal anti-udara canggih.

Tayang:
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
JOHN THYS / AFP
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan negaranya tidak akan menghabiskan banyak uang hanya untuk sektor pertahanan, seperti yang dilakukan sekutunya, Amerika Serikat (AS). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Jerman berjanji untuk mengirimkan senjata berat ke Ukraina, termasuk howitzer self-propelled, tank anti-pesawat, dan sistem rudal anti-udara canggih.

Namun, hingga saat ini, hanya beberapa howitzer yang telah dikirim.

Para pejabat Ukraina pun bertanya-tanya apakah kerja sama dengan Jerman 'bernilai atau bahkan tidak sepeser pun memiliki nilai'.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (7/7/2022), Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan bahwa negaranya tidak akan menghabiskan banyak uang hanya untuk sektor pertahanan, seperti yang dilakukan sekutunya, Amerika Serikat (AS).

"Jerman tidak dapat mengirimkan persenjataan ke Ukraina secepat AS, karena Jerman tidak menghabiskan banyak uang untuk pertahanan seperti yang dilakukan AS. Saya pikir anda harus memahami bahwa ada perbedaan jika negara seperti AS menghabiskan uang sebanyak itu untuk pertahanan yang merupakan investasi yang sangat besar, dan anda memiliki banyak senjata di saham anda," kata Scholz.

Baca juga: Cerita Petugas Pemadam Kebakaran Jerman Berada di Garis Depan Kharkiv Ukraina Demi Evakuasi Warga

Ia pun menampik pernyataan yang menyebut bahwa Jerman sedang menunda pengiriman senjata.

"Bersama dengan AS dan Inggris, kami memutuskan untuk mengirimkan peluncur multi-roket ke Ukraina sekarang. Kami mengirim senjata itu dan kami melakukannya dengan sarana serta cara yang kami miliki, dan dengan pelatihan," jelas Scholz.

Perlu diketahui, Jerman berjanji menyediakan tiga sistem peluncur roket ganda berpemandu MARS II pada awal Juni lalu untuk Ukraina.

Baca juga: Inflasi Melonjak, Jerman Catat Defisit Perdagangan Bulanan Pertama Sejak 1991

Namun, pengiriman tertunda di tengah laporan tingkat kesiapan yang buruk dalam inventaris Bundeswehr sendiri, ditambah masalah yang berkaitan dengan kebutuhan untuk memprogram ulang sistem.

Karena saat ini mereka tidak dapat menembakkan amunisi yang diproduksi AS atau Inggris.

Menurut Business Insider Germany, masalah ini membutuhkan waktu 'berbulan-bulan' untuk diselesaikan dalam skenario terburuk.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved