Kamis, 21 Mei 2026

Penyakit Cacar Monyet

Singapura Konfirmasi Kasus Lokal Pertama Cacar Monyet

Singapura menkonfirmasi kasus lokal pertama cacar monyet, di mana penderitanya mengalami lesi kulit hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Tayang:
Penulis: Rica Agustina
UKHSA
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) itu menunjukkan lesi kulit yang khas dari infeksi cacar monyet (Monkeypox). - Singapura menkonfirmasi kasus lokal pertama cacar monyet, di mana penderitanya mengalami lesi kulit hingga pembengkakan kelenjar getah bening. 

"Mereka yang sangat rentan terhadap komplikasi adalah anak-anak, wanita hamil atau individu dengan gangguan kekebalan."

Gejala cacar monyet - Singapura menkonfirmasi kasus lokal pertama cacar monyet, di mana penderitanya mengalami lesi kulit hingga pembengkakan kelenjar getah bening.
Gejala cacar monyet - Singapura menkonfirmasi kasus lokal pertama cacar monyet, di mana penderitanya mengalami lesi kulit hingga pembengkakan kelenjar getah bening. (straitstime.com)

Baca juga: Kasus Cacar Monyet di Eropa Meningkat Tiga Kali dalam Dua Pekan, WHO Desak Tindakan Pencegahan

Risiko terhadap masyarakat umum tetap rendah karena penularan memerlukan kontak fisik atau kontak yang lama, tambah MOH.

MOH mengatakan akan terus memantau situasi cacar monyet dengan cermat dan mengkalibrasi tindakan kesiapsiagaan dan responsnya sesuai kebutuhan.

"Anggota masyarakat didorong untuk menjalankan tanggung jawab pribadi dengan memantau kesehatan pribadi mereka dan menjaga kebersihan yang baik, terutama selama perjalanan," katanya.

"Mereka juga harus menghindari kontak dekat dengan orang lain yang diketahui atau diduga sakit dengan infeksi cacar monyet."

Singapura Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama di Asia Tenggara

Singapura telah melaporkan kasus cacar monyet pertama yang dikonfirmasi di Asia Tenggara tahun ini, CNN melaporkan.

Kasus di Singapura melibatkan seorang pria Inggris yang berada di negara kota itu antara 15 dan 17 Juni.

Dia dinyatakan positif cacar monyet pada Senin (20/6/2022) setelah mengalami ruam kulit dan mengalami sakit kepala dan demam seminggu sebelumnya.

MOH mengatakan selama di negaranya pria itu menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar hotel.

Dia hanya keluar hotel untuk mengunjungi tempat pijat dan makan di tiga tempat makan pada 16 Juni.

"Selama periode ini, dia sebagian besar tinggal di kamar hotelnya kecuali untuk mengunjungi tempat pijat dan makan di tiga tempat makan pada 16 Juni," kata MOH, Selasa (21/6/2022).

13 orang yang terlibat kontak dekat dengan pria itu telah diidentifikasi dan pelacakan kontak sedang berlangsung, kata Kementerian itu.

Baca juga artikel lain terkait Penyakit Cacar Monyet

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved