Jumat, 29 Agustus 2025

Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak

Kisah Tetsuya Yamagami Dengan Perubahan Hidupnya Sehingga Jadi Pembunuh Mantan PM Jepang

Kebencian Yamagami muncul kepada Abe karena janji kelompok agama itu untuk membantu ibunya tidak kunjung datang sehingga ibunya dan dia sendiri jadi

Editor: Johnson Simanjuntak
Foto Yomiuri
Yamagami berasal dari salah satu sekolah SMA terkemuka di daerahnya. Foto dari albumnya saat lulus SMA dnegan berat badan 3210 gram saat lahir tertulis di sana. 

Pada saat kejadian pembunuhan kemarin (8/7/2022), Yamagami tinggal sendirian di sebuah apartemen di kota yang sama sekitar 3 km dari tempat kejadian.

Menurut seorang wanita berusia 50-an yang tinggal di kamar sebelah, Yamagami memiliki kesan serius, seperti menyapa ketika dia bertemu, jadi dia pergi dengan sepeda di pagi hari dan kembali ke rumah di sore dan malam hari.

Yamagami juga mengunjungi tempat pidato di Okayama, "Saya hanya mencoba membunuhnya."

Namun, sekitar dua minggu yang lalu, Yamagami mengatakan bahwa dia sering mendengar suara bekerja dengan logam dari rumahnya, dan wanita itu berkata, "Saya curiga dengan apa yang sedang dia lakukan."

Ternyata dia mempersiapkan pembuatan pistol dan peluru buatannya sendiri, sudah berencana untuk membunuh Abe.

Seorang penyelidik membawa barang sitaan yang tampaknya merupakan senjata buatan tangan dari rumah tersangka. Banyak moncong senjata api dapat dilihat di rumahnya.

Polisi prefektur menggeledah sebuah rumah selama lebih dari 6 jam setelah pukul 5 sore pada tanggal 8 Juli 2022.

Tatsuya Yamagami (41), pelaku penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe. Posisinya di belakang, tak jauh dari tempat Shinzo Abe berpidato.
Tatsuya Yamagami (41), pelaku penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe. Posisinya di belakang, tak jauh dari tempat Shinzo Abe berpidato. (Foto Istimewa/Richard Susilo)

Rumah dia adalah sebuah studio, dan polisi prefektur menyita lusinan senjata buatan tangan dan komputer pribadi. Polisi juga menggeledah rumah orang tuanya dan menyita beberapa buku catatan dan buku.

Dalam pencarian rumah tersebut, tim penjinak bahan peledak dari polisi prefektur dikerahkan, mengatakan bahwa ada kemungkinan ledakan.

Berbekal rompi anti peluru dan tameng, polisi masuk ke dalam ruangan dan meminta warga sekitar untuk mengungsi. Sebagai hasil konfirmasi oleh polisi prefektur, tidak ada yang bisa meledak.

Polisi prefektur percaya bahwa Yamagami membuat senjata di rumah, dan sedang melanjutkan dengan konfirmasi rute perolehan untuk mesiu dan sejenisnya. Demikian pula jalur transaksi uangnya.

Beberapa informasi yang ada tampaknya dia sangat membela ibunya yang tampak kesulitan dalam keuangan dan pernah dijanjikan sebuah kelompok agama Protesten aliran Korea di mana Abe mendukung kelompok tersebut dari isu yang ada selama ini tapi tak ada buktinya.

Kebencian Yamagami muncul kepada Abe karena janji kelompok agama itu untuk membantu ibunya tidak kunjung datang sehingga ibunya dan dia sendiri jadi kesusahan hidup.

"Itulah yang membuatnya dia berubah sehingga menjadi pembenci Abe di samping membaca berbagai media termasuk media sosial yang membuatnya semakin membenci Abe," ungkap sumber Terib unnews.com Sabtu (9/7/2022).

Yamagami sendiri belum pernah bertemu apalagi berkenalan dengan Abe. Sama sekali tak ada hubungannya.

Namun opini media dan media sosial lah tampaknya yang membentuk diri menjadi semakin benci kepada Abe.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif . Tak lupa cash in back Rp.10 juta bagi murid Pandan College. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan