Minggu, 7 Juni 2026

Lebih dari 500 Orang Tewas akibat Gelombang Panas Spanyol

Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan lebih dari 500 orang tewas akibat gelombang panas yang sudah terjadi selama 10 hari di Spanyol.

Tayang:
AFP/MIGUEL RIOPA
Api muncul dari kebakaran hutan di dekat desa Pumarejo, Spanyol utara, pada 18 Juli 2022. - Akibat gelombang panas di Inggris, lebih dari 500 orang tewas. (Photo by MIGUEL RIOPA / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan bahwa lebih dari 500 orang tewas dalam gelombang panas 10 hari di Spanyol, Rabu (20/7/2022).

Sanchez mengutip angka yang dirilis dari Institut Kesehatan Carlos III pada hari Senin (18/7/2022) yang memperkirakan jumlah kematian terkait panas berdasarkan jumlah kematian berlebih bila dibandingkan dengan rata-rata pada tahun-tahun sebelumnya.

Lembaga tersebut telah menekankan bahwa angka-angka ini adalah perkiraan statistik dan bukan catatan kematian resmi.

"Selama gelombang panas ini, lebih dari 500 orang meninggal karena suhu yang begitu tinggi, menurut statistik," kata Sanchez, dilansir CNA.

"Saya meminta warga untuk sangat berhati-hati," katanya.

Dia mencatat adanya darurat iklim yang nyata.

Baca juga: Gelombang Panas di Eropa Kian Ganas, Sejumlah Negara Termasuk Inggris Mulai Keluarkan Peringatan 

Spanyol dicekam oleh gelombang panas yang mempengaruhi sebagian besar Eropa Barat yang mendorong suhu setinggi 45 derajat Celcius di beberapa wilayah pekan lalu, memicu puluhan kebakaran hutan.

Kobaran api memaksa evakuasi ribuan orang dan merenggut sedikitnya dua nyawa yakni seorang petugas pemadam kebakaran dan seorang gembala yang terjebak dalam kobaran api di barat laut Spanyol.

Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api di sebelah desa Tabara, dekat Zamora, Spanyol utara, pada 18 Juli 2022. - Layanan darurat memerangi beberapa kebakaran hutan karena Spanyol tetap berada dalam cengkeraman gelombang panas luar biasa yang telah melihat suhu mencapai 43 derajat Celcius ( 109 derajat Farenheit). (Photo by MIGUEL RIOPA / AFP)
Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api di sebelah desa Tabara, dekat Zamora, Spanyol utara, pada 18 Juli 2022. ( 109 derajat Farenheit). (Photo by MIGUEL RIOPA / AFP) (AFP/MIGUEL RIOPA)

Badan meteorologi AEMET mengatakan, gelombang panas 9-18 Juli adalah salah satu yang paling intens yang pernah tercatat di Spanyol.

"Paling tidak, ini adalah gelombang panas paling intens ketiga dalam hal perluasan dan durasi geografisnya sejak pencatatan modern dimulai pada tahun 1975," kata juru bicara AEMET Beatriz Hervella.

Hanya dua gelombang panas lainnya yang bertahan lebih lama, satu pada Juli 2015 yang berlangsung selama 26 hari dan satu lagi pada Agustus 2003 yang berlangsung selama 16 hari, tambahnya.

Gelombang Panas Inggris

Inggris telah mencatat suhu lebih dari 40 derajat celcius untuk pertama kalinya.

Termometer mencapai 40,3 derajat celcius di Coningsby di Lincolnshire.

Sementara 33 lokasi lainnya melampaui suhu tertinggi sebelumnya di Inggris yakni sebesar 38,7 derajat celcius, yang ditetapkan pada 2019.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved