Tingkatkan Stok Energi, Turki Borong Minyak dan Gas dari Iran

Turki akan menggelontorkan dana hingga 30 miliar dolar AS, untuk memborong pasokan gas dan minyak mentah dari kilang Iran.

Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Turki meningkatkan pembelian minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari kilang Iran. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA – Ancaman krisis energi yang tengah menghantam kawasan Eropa akibat pengetatan pasokan energi Rusia, telah mendorong Turki untuk  meningkatkan pembelian minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari kilang Iran.

Rencana ini disampaikan langsung oleh presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, setelah pekan lalu pihaknya mengadakan pertemuan dengan pimpinan Iran Ebrahim Raisi dan presiden Rusia Vladimir Putin di Teheran, guna membahas delapan nota kesepahaman dan kerjasama di bidang media, bisnis, investasi dan ekonomi.

Untuk mendukung rencana impor ini situs berita Middle East Monitor mengungkap bahwa nantinya Turki akan menggelontorkan dana hingga 30 miliar dolar AS, untuk memborong pasokan gas dan minyak mentah dari kilang Iran.

Baca juga: Stabilkan Krisis Energi Global, AS Tambah Penjualan Minyak Mentah Hingga 20 Juta Barel

"Turki akan meningkatkan pembelian minyak dan gas alam dari Iran, dengan volume perdagangan yang  bisa mencapai 30 miliar dolar AS” Jelas Erdogan, saat ditemui penyiar TRT Haber, Selasa (26/7/2022).

Meski saat ini Iran tengah mendapat banyak sanksi dari Barat dan AS akibat pembangunan pabrik nuklir di Teheran, namun hal tersebut tak mengurungkan niat Turki untuk melangsungkan kegiatan jual beli energi. Menurut Erdogan peningkatan impor pasokan minyak dan gas dari Iran dapat membantu menstabil kembali cadangan energi Turki yang saat ini tengah menipis.

Dengan begitu jutaan warga Turki dapat terhindar dari ancaman krisis energi akibat sanksi embargo yang dilayangkan Barat dan AS pada gas dan minyak Rusia. Tak hanya itu saja dengan adanya kesepakatan kerja ini Erdogan berharap agar hubungan bilateral antara Ankara dan Teheran dapat kembali terjalin dengan erat.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved