Minggu, 31 Agustus 2025

PROFIL Ayman Al Zawahiri, Pemimpin Al Qaeda Tewas dalam Serangan Pesawat Tak Berawak, Sosok Radikal

Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri, tewas pada akhir pekan lalu. Kematiannya diumumkan Presiden AS Joe Biden. Simak profil Ayman Al Zawahiri.

fbi.gov
Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri, tewas pada akhir pekan lalu. Kematiannya diumumkan Presiden AS Joe Biden. Simak profil Ayman Al Zawahiri. 

Sementara itu, pamannya adalah Sekretaris Jenderal pertama Liga Arab.

Al Zawahiri terlibat dalam Islam politik saat masih di sekolah dan ditangkap pada usia 15 tahun karena menjadi anggota Ikhwanul Muslimin yang dilarang - organisasi Islam tertua dan terbesar di Mesir.

Namun, aktivitas politiknya tidak menghentikannya untuk belajar kedokteran di Universitas Kairo.

Ia lulus dari Universitas Kairo pada tahun 1974 dan memperoleh gelar master dalam bidang bedah empat tahun kemudian.

Ayahnya Mohammed, yang meninggal pada 1995, adalah seorang profesor farmakologi di sekolah yang sama.

Pemuda Radikal

Al Zawahiri awalnya melanjutkan tradisi keluarga, membangun klinik medis di pinggiran kota Kairo, tetapi ia kemudian tertarik pada kelompok-kelompok Islam radikal yang menyerukan penggulingan pemerintah Mesir.

Ketika Jihad Islam Mesir (EIJ) didirikan pada tahun 1973, ia bergabung.

Pada 1981, ia ditangkap bersama ratusan anggota EIJ lainnya setelah beberapa anggota kelompok berpakaian tentara membunuh Presiden Anwar Sadat selama parade militer di Kairo.

Masih dari BBC, Sadat telah membuat marah para aktivis Islam dengan menandatangani kesepakatan damai dengan Israel, dan dengan menangkap ratusan pengkritiknya dalam tindakan keras keamanan sebelumnya.

Ayman al-Zawahiri menggambarkan revolusi Arab merupakan kekalahan Amerika
Ayman al-Zawahiri menggambarkan revolusi Arab merupakan kekalahan Amerika (guardian.co.uk)

Baca juga: Peringatan 11 September, Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri Muncul di Video

Selama persidangan massal, Al Zawahiri muncul sebagai pemimpin para terdakwa dan difilmkan.

Ia mengatakan kepada pengadilan, "Kami adalah Muslim yang percaya pada agama kami. Kami mencoba untuk mendirikan negara Islam dan masyarakat Islam."

Meskipun ia dibebaskan dari keterlibatan dalam pembunuhan Sadat, Al Zawahiri dihukum karena kepemilikan senjata secara ilegal dan menjalani hukuman tiga tahun.

Menurut sesama tahanan Islam, Al Zawahiri secara teratur disiksa dan dipukuli oleh pihak berwenang selama berada di penjara di Mesir, sebuah pengalaman yang dikatakan telah mengubahnya menjadi seorang ekstremis yang fanatik dan kejam.

Setelah dibebaskan pada 1985, Al Zawahiri berangkat ke Arab Saudi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan