Konflik Rusia Vs Ukraina

Dalam 24 Jam Terakhir, Lebih Dari 20.500 Penduduk Donetsk dan Lugansk Mengungsi ke Rusia

Hampir 2,5 juta warga Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk telah melintasi perbatasan Rusia di wilayah Rostov sejak Februari.

Editor: Hendra Gunawan
AFP/DANIEL MIHAILESCU
Pengungsi yang datang dari Ukraina. Lebih dari 20.500 penduduk Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk melintasi perbatasan Rusia di wilayah Rostov selama sehari terakhir 

TRIBUNNEWS.COM -- Lebih dari 20.500 penduduk Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk melintasi perbatasan Rusia di wilayah Rostov selama sehari terakhir, kata departemen perbatasan Dinas Keamanan Federal kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).

"Selama satu hari terakhir, lebih dari 20.500 warga telah memasuki Rusia melalui pos pemeriksaan di wilayah Rostov," kata layanan pers dikutip kantor berita TASS.

Menurut laporan itu, hampir 2,5 juta warga Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk telah melintasi perbatasan Rusia di wilayah Rostov sejak Februari.

Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina: 3 Negara Eropa Kucurkan Dana dan Senjata Canggih Tambahan ke Kyiv

Situasi di saluran kontak di Donbass meningkat pada 17 Februari. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pengakuan atas Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, yang para pemimpinnya menandatangani perjanjian tentang persahabatan, kerja sama, dan bantuan timbal balik.

Pada sisi lain, Rusia telah menggandakan jumlah serangan udara terhadap posisi militer dan infrastruktur sipil Ukraina dibandingkan dengan minggu sebelumnya, Brigadir Jenderal Ukraina Oleksiy Hromov mengatakan pada hari Kamis.

“Pesawat dan helikopter musuh menghindari terbang ke jangkauan pertahanan udara kami, dan karena itu akurasi serangan ini rendah,” katanya dalam konferensi pers.

Sementara itu, parlemen Latvia menyebut Rusia sebagai "negara sponsor terorisme" atas perang di Ukraina dan meminta sekutu Barat untuk menjatuhkan sanksi yang lebih komprehensif terhadap Moskow untuk mengakhiri konflik, lapor Reuters.

Dalam berita lain, sebuah kapal yang membawa gandum dan dijadwalkan berangkat dari pelabuhan Chornomorsk Ukraina di bawah kesepakatan yang ditengahi PBB pada Kamis tidak dapat berlayar karena kondisi cuaca buruk, kata kementerian pertahanan Turki kepada Reuters.
Kesepakatan yang ditengahi oleh PBB dan Turki antara Rusia dan Ukraina telah memungkinkan 12 kapal berangkat dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina sejak 1 Agustus.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved