Konflik Rusia Vs Ukraina

Intelijen AS Temukan Indikasi Rusia Mulai Pasok Senjata Artileri dari Korea Utara

Rusia diduga telah memasok amunisi artileri dari Korea Utara untuk mendukung perangnya di Ukraina.

Editor: Choirul Arifin
AFP/DIMITAR DILKOFF
Seorang wanita berjalan dengan anjingnya dan melihat peralatan militer Rusia yang hancur di jalan Khreshchatyk di Kyiv pada 20 Agustus 2022, yang telah diubah menjadi museum militer terbuka menjelang Hari Kemerdekaan Ukraina pada 24 Agustus, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Photo by Dimitar DILKOFF / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Rusia diduga telah memasok amunisi artileri dari Korea Utara ke Ukraina. Sebelum ini, Rusia juga dilaporkan telah mendapatkan pasokan drone dari Iran.

Informasi tersebut mengacu pada laporan terbaru intelijen AS pada hari Senin (6/9/2022.

Dikutip dari New York Times, pejabat intelijen AS mengatakan bahwa pembelian kebutuhan militer dari Korea Utara menunjukkan bahwa sanksi ekonomi mulai memberi dampak pada sistem produksi Rusia.

Para pejabat AS percaya bahwa serangkaian sanksi dari Barat telah membatasi kemampuan Rusia untuk mengganti kendaraan dan senjata yang dihancurkan di Ukraina.

Berbicara secara anonim, pejabat AS juga meyakini bahwa saat ini kemampuan Rusia untuk mempertahankan invasinya ke Ukraina mulai menurun. 

Sayangnya, laporan terbaru dari intelijen AS ini tidak memberikan rincian tentang apa yang dibeli, selain mengatakan bahwa barang-barang itu termasuk peluru artileri dan roket.

Setelah ini Rusia diprediksi akan membeli lebih banyak kebutuhan serupa dari Korea Utara yang merupakan sekutu dekatnya.

Baca juga: Rusia akan Beli Jutaan Roket dan Peluru Artileri dari Korea Utara untuk Perang di Ukraina

Bulan lalu, intelijen AS juga melaporkan bahwa Rusia akan segera membeli ratusan kendaraan udara tak berawak (UAV) Mohajer-6 dan seri Shahed dari Iran.

Selama perang berlangsung, drone buatan Iran yang digunakan Rusia dianggap telah mengalami banyak kegagalan. Invasi Rusia saat ini telah memasuki bulan ketujuh.

Ukraina belakangan ini terlihat lebih aktif dalam melakukan serangan dan berupaya merebut kembali sejumlah wilayah yang dikuasai Rusia.

Baca juga: Kremlin Prediksi Hubungan Rusia-Inggris Kian Memburuk di Bawah Perdana Menteri Baru

Minggu lalu pasukan Ukraina melancarkan serangan balasan di beberapa lokasi, termasuk di sekitar Kherson, yang telah diduduki Rusia sejak awal invasi.

Pasukan Ukraina diketahui telah menyerang daerah pasokan Rusia, termasuk yang berisi artileri dan amunisi.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved