Dokumen Trump yang Disita FBI Berisi Kemampuan Nuklir Negara Asing

Dokumen yang ditemukan FBI di resor milik mantan Presiden AS Donald Trump berisi kemampuan nuklir negara asing.

AFP/STRINGER
Mantan Presiden AS Donald Trump mengacungkan tinjunya saat berjalan ke sebuah kendaraan di luar Trump Tower di New York City pada 10 Agustus 2022. - Dokumen yang ditemukan FBI di resor milik mantan Presiden AS Donald Trump berisi kemampuan nuklir negara asing. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah dokumen yang menggambarkan pertahanan militer pemerintah asing, termasuk kemampuan nuklirnya, ditemukan dalam pencarian FBI bulan lalu di rumah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Florida.

Washington Post, yang mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, tidak mengidentifikasi pemerintah asing yang dibahas dalam dokumen itu.

Surat kabar Amerika itu juga tidak menjelaskan apakah pemerintah asing yang dimaksud bersahabat atau bermusuhan dengan AS.

FBI sebelumnya menemukan lebih dari 11.000 dokumen dan foto pemerintah selama penggeledahan 8 Agustus di resor Trump di Mar-a-Lago, menurut catatan pengadilan.

Menurut laporan Washington Post, beberapa dokumen yang disita merinci operasi rahasia AS yang memerlukan izin khusus di luar izin rahasia.

Beberapa dokumen sangat dibatasi sehinggabeberapa pejabat keamanan nasional paling senior pemerintahan Biden tidak berwenang untuk meninjaunya, kata Washington Post.

Baca juga: Trump Sebut Penggeledahan FBI di Mar-a-Lago sebagai Parodi Keadilan

Direktur Intelijen Nasional Avril Haines mengatakan akhir bulan lalu dia akan melakukan "peninjauan klasifikasi" dari dokumen yang disita oleh penyelidik selama pencarian di Mar-a-Lago.

Pihaknya juga akan melakukan penilaian Komunitas Intelijen (IC) tentang potensi risiko terhadap keamanan nasional yang akan dihasilkan dari pengungkapan dokumen yang relevan.

Departemen Kehakiman AS sedang menyelidiki Trump karena menghapus catatan pemerintah dari Gedung Putih setelah ia meninggalkan kantor kepresidenan pada Januari 2021 dan menyimpannya di Florida.

Trump dan sekutunya telah membantah melakukan kesalahan.

Di berbagai kesempatan, Trump mengatakan bahwa beberapa dokumen mungkin telah dihapus secara tidak sengaja dari Gedung Putih, atau mengklaim bahwa Trump telah membuka rahasia dokumen tersebut.

Pada hari Senin, seorang hakim federal menyetujui permintaan Trump untuk menunjuk seorang master khusus untuk meninjau catatan yang disita dalam pencarian FBI, sebuah langkah yang kemungkinan akan menunda penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman.

Trump Sebut Penggeledahan FBI di Mar-a-Lago sebagai Parodi Keadilan

Trump mengecam penggeledahan FBI sebagai "parodi keadilan".

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved