Konflik Rusia Vs Ukraina

Usul Putin Dimakzulkan, Politisi Rusia Ini Diinterogasi Polisi dan Dijatuhi Denda

Sejumlah pejabat Rusia yang menyerukan pemakzulan Presiden Vladimir Putin diiterogasi polisi dan dijatuhi denda.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
AFP/THIBAULT CAMUS
Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat selama konferensi pers setelah pertemuan dengan Presiden Prancis di Moskow, (7 Februari 2022). Upaya internasional untuk meredakan kebuntuan atas Ukraina diintensifkan dengan Presiden Prancis mengadakan pembicaraan di Moskow dan Kanselir Jerman di Washington untuk mengkoordinasikan kebijakan sebagai ketakutan akan invasi Rusia meningkat. - Sejumlah pejabat Rusia yang menyerukan pemakzulan Presiden Vladimir Putin diiterogasi polisi dan dijatuhi denda. (Thibault Camus/ POOL/ AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah pejabat Rusia dikabarkan mendapat panggilan dari kepolisian setelah menyerukan pemakzulan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dilansir CNN, ini bermula dari seruan deputi lokal dari Kotamadya Smolninskoye di St. Petersburg, Dmitry Palyuga yang meminta Duma (majelis rendah) parlemen Rusia untuk memakzulkan Vladimir Putin. 

Ia menuduh pemimpin Rusia itu telah melakukan kejahatan pengkhianatan tingkat tinggi.

Dalam postingannya di Twitter, Palyuga membeberkan tuduhan terhadap Putin.

Di antaranya, pemusnahan pria muda Rusia yang berbadan sehat yang lebih baik menjadi tenaga kerja daripada militer.

Kedua, penurunan ekonomi dan menguras Rusia.

Baca juga: UPDATE Perang Rusia-Ukraina Hari ke-199: Moskow Kirim Bala Bantuan ke Kharkiv

Ketiga, ekspansi NATO ke arah timur, termasuk menambahkan Finlandia dan Swedia untuk menggandakan perbatasannya dengan Rusia.

Keempat atau yang terakhir, karena efek dari operasi militer Rusia ke Ukraina.

Menyusul seruan pemakzulan tersebut, Palyuga bersama deputi Nikita Yuferev memposting surat panggilan dari kepolisian St. Petersburg di Twitter.

Surat itu bertuliskan bahwa mereka dianggap "mendiskreditkan pendirian yang berkuasa".

Palyuga kemudian melaporkan bahwa dua dari empat deputi yang dipanggil, telah dibebaskan oleh polisi dan semuanya diperkirakan akan menghadapi denda.

Kremlin berusaha menahan kritik atas invasinya ke Ukraina.

Setelah meluncurkan operasi militer skala penuh pada Februari, pemerintah Rusia menegakkan aturan yang membatasi kebebasan pers.

Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah), didampingi oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri) dan Valery Gerasimov, kepala Staf Umum Rusia, mengawasi latihan militer 'Vostok-2022' di tempat pelatihan Sergeevskyi di luar kota Ussuriysk di Rusia Timur Jauh pada 6 September 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah), didampingi oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri) dan Valery Gerasimov, kepala Staf Umum Rusia, mengawasi latihan militer 'Vostok-2022' di tempat pelatihan Sergeevskyi di luar kota Ussuriysk di Rusia Timur Jauh pada 6 September 2022. - Sejumlah pejabat Rusia yang menyerukan pemakzulan Presiden Vladimir Putin diiterogasi polisi dan dijatuhi denda. (AFP)

Pemerintah juga mengeluarkan undang-undang baru yang akan menjatuhkan hukuman pidana berat bagi pihak yang dituduh menyebarkan informasi palsu.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved