Breaking News:

Hong Kong Catat Dua Rekor Suhu Terpanas dalam Waktu Kurang dari Seminggu

Hong Kong mencatat dua rekor suhu terpanas untuk September dalam waktu kurang dari seminggu.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Miftah
Via redio.in
Ilustrasi suhu panas - Hong Kong mencatat dua rekor suhu terpanas untuk September dalam waktu kurang dari seminggu. 

TRIBUNNEWS.COM - Hong Kong telah memecahkan dua rekor suhu tertinggi untuk September dalam waktu kurang dari seminggu, kata observatorium cuaca kota, Selasa (13/9/2022).

Observatorium Hong Kong mengatakan suhu 35,4 derajat Celcius tercatat pada Selasa sore, di mana ini adalah rekor suhu tertinggi sejak kota itu mulai melakukan pencatatan pada 1884.

Suhu sebelumnya 35,3 derajat Celcius yang ditetapkan pada Senin lalu, menggulingkan rekor yang tercatat pada 1963.

"Karena udara kering dari daratan (China), kami memperkirakan cuaca akan cerah dan panas dari minggu ini hingga awal minggu depan," jelas Observatorium Hong Kong sebagaimana dikutip Channel News Asia.

China Selatan bulan lalu mencatat periode suhu tinggi terlama sejak pencatatan dimulai lebih dari 60 tahun yang lalu.

Suhu rata-rata secara nasional adalah 22,4 derajat Celcius pada Agustus, melebihi norma sebesar 1,2 derajat Celcius, lapor penyiar CCTV, mengutip layanan cuaca negara itu.

Ilustrasi Bandara Hong Kong - Hong Kong mencatat dua rekor suhu terpanas untuk September dalam waktu kurang dari seminggu.
Ilustrasi Bandara Hong Kong - Hong Kong mencatat dua rekor suhu terpanas untuk September dalam waktu kurang dari seminggu. (Hongkongairport.com)

Baca juga: Perbandingan Harga BBM di Indonesia dan Luar Negeri: Termahal di Hong Kong

Sekitar 267 stasiun cuaca di seluruh negeri menyamai atau memecahkan rekor suhu bulan lalu, kata laporan itu.

Itu juga merupakan Agustus terkering ketiga di China, dengan curah hujan rata-rata 23,1 persen lebih rendah dari rata-rata.

"Jumlah rata-rata hari dengan suhu tinggi sangat tinggi, dan proses suhu tinggi regional terus berdampak pada negara kita," CCTV melaporkan layanan cuaca mengatakan.

Para ahli mengatakan cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan dan banjir bandang menjadi lebih sering dan intens karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Ruang lingkup dan durasi gelombang panas dapat menjadikannya salah satu yang paling parah yang tercatat dalam sejarah global, dengan suhu secara rutin mencapai hingga 40 derajat Celcius di banyak provinsi bulan lalu.

Bulan lalu, suhu 45 derajat Celcius mendorong beberapa provinsi di China untuk memberlakukan pemadaman listrik ketika kota-kota berjuang untuk mengatasi lonjakan permintaan listrik yang sebagian didorong oleh orang-orang yang menyalakan AC.

Sementara itu, Hong Kong yang sangat lembab telah mengalami lebih sedikit panas daripada daratan tetapi masih mendesis melalui musim panas yang intens.

Juli adalah bulan terpanas di kota itu, sementara suhu rata-rata dari Juni hingga Agustus adalah 29,2 derajat Celcius, menjadikannya musim panas terpanas keempat sejauh ini.

Temperatur yang tinggi telah menjadi hukuman khusus bagi 220.000 penduduk termiskin yang tinggal di gubuk-gubuk sempit di atap atau apartemen-apartemen kecil yang terbagi dan "rumah kandang" yang seringkali memiliki AC terbatas atau tanpa AC.

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved