Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Sanksi Sebabkan Hubungan Jerman-Rusia Paling Buruk Sejak Perang Dunia II

Hubungan Rusia dengan Jerman memburuk sejak invasi Moskow ke Ukraina dan kini semakin memburuk setelah terjadi perang sanksi.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-inlihat foto Perang Sanksi Sebabkan Hubungan Jerman-Rusia Paling Buruk Sejak Perang Dunia II
warta kota daily/alx
Ilustrasi: Dua tank buatan Jerman kelas medium Tank Marder (kiri) dan tank kelas berat Leopard MBT Revolution. Rusia menyalahkan Jerman yang memasok senjata untuk Ukraina, sehingga perang berlarut-larut

TRIBUNNEWS.COM – Hubungan Rusia dengan Jerman memburuk sejak invasi Vladimir Putin ke Ukraina dan kini semakin memburuk setelah terjadi perang sanksi.

Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergey Nechaev bahkan menuding Berlin telah bertindak melewati batas dengan mengirim senjata ke Kiev.

Ini menjadi hubungan terburuk dua negara tersebut sejak era perang dunia II di mana setelah itu, hubungan keduanya sangat erat, bahkan Jerman tergantung pada pasokan energi dari Rusia.

Nechaev menuding Olaf Scholz telah merusak rekonsiliasi selama beberapa dekade sejak berakhirnya Perang Dunia II dan invasi Nazi ke Uni Soviet.

Baca juga: Pasukan Rusia Berhasil Dipukul Mundur, Ukraina Desak Barat Kirim Lebih Banyak Senjata Canggih

“Fakta bahwa rezim Ukraina dipasok dengan senjata mematikan buatan Jerman, yang digunakan tidak hanya terhadap anggota militer Rusia, tetapi juga penduduk sipil Donbass, melewati batas,” kata Duta Besar Sergey Nechaev dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Izvestia, Senin (12/9/2022).

Dia menambahkan bahwa Berlin seharusnya tahu lebih baik, mengingat tanggung jawab moral dan sejarah yang dimiliki Jerman di hadapan rakyat kita atas kejahatan Nazi.

“Mereka telah melewati Rubicon,” kata Nechaev, menggunakan idiom untuk melewati titik tidak kembali ke masa lalu.

Dikutip dari Russia Today, Berlin membatalkan kebijakan lama untuk tidak mengirim senjata ke zona konflik bersenjata untuk bergabung dengan AS dan sekutu NATO lainnya dalam menyediakan senjata ke Ukraina.

Pemerintah Jerman mengatakan memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung Kiev sehingga dapat mempertahankan diri melawan Rusia.

Jerman juga bergabung dengan upaya Uni Eropa untuk memisahkan ekonomi negara-negara anggota dari Rusia.

Bisnis Jerman telah mengandalkan gas alam Rusia yang murah selama lima dekade, sejak sebelum Uni Soviet runtuh.

Baca juga: Jumlah Pasukan Ukraina 8 Kali Lebih Banyak dari Tentara Rusia dalam Serangan Balasan di Kharkiv

Pemerintah Jerman “secara sepihak bertindak untuk menghancurkan hubungan bilateral [dengan Rusia] yang unik dalam skala dan kedalaman dan telah dibangun selama beberapa dekade,” kata duta besar Rusia.

“Intinya, rekonsiliasi pasca-perang bangsa dan rakyat kita sedang terkikis,” kata Nechaev.

Menurut diplomat itu, pembatasan ekonomi yang dikenakan pada Rusia atas konflik Ukraina telah mengakibatkan peningkatan tajam dalam tagihan listrik, lonjakan harga konsumen, dan penurunan pendapatan riil di Jerman.

Baca juga: Mantan Menteri Austria: Tak Semua Negara Uni Eropa Ingin Bergabung dengan Sanksi terhadap Rusia

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved