Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Sebut Sanksi Barat Sebabkan Masalah Pasokan Gas Melalui Pipa Nord Stream 1 ke Eropa

Putin berbicara dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz soal masalah pasokan gas Eropa melalui nord stream 1 terhambat oleh sanksi Barat.

DW.com
Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada Jumat (17/6/2022). - Putin berbicara dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz soal masalah pasokan gas Eropa melalui nord stream 1 terhambat oleh sanksi Barat. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Selasa (13/9/2022).

Dikutip TASS, Putin mengatakan kepada Scholz bahwa masalah pasokan gas ke Eropa melalui pipa Nord Stream-1 disebabkan oleh sanksi Barat terhadap Moskow.

"Menggambarkan situasi saat ini di sektor energi Eropa, Vladimir Putin menekankan bahwa Rusia telah dan tetap menjadi pemasok sumber daya energi yang andal," terang Kremlin dalam keterangan persnya.

"(Untuk) memenuhi semua kewajiban kontraknya, dan gangguan, misalnya, dalam pengoperasian pipa gas Nord Stream 1, disebabkan oleh sanksi anti-Rusia yang mengganggu pemeliharaannya," terang pernyataan itu.

Putin mengatakan setiap upaya untuk menyalahkan Moskow atas kesengsaraan energi Eropa merupakan sikap sinis.

Menurutnya, penutupan oleh otoritas masing-masing negara pasokan gas melalui Ukraina dan Polandia dan penolakan untuk mengizinkan operasi Nord Stream-2.

Baca juga: Pasukan Putin Kocar-kacir, Warga Ukraina yang Bantu Militer Rusia Kabur ke Perbatasan

Krisis energi UE

Krisis energi di Uni Eropa (UE) memburuk pada awal Juli ketika gangguan pertama pasokan gas dari Rusia ke sejumlah negara Eropa muncul.

Secara khusus, ini dipicu oleh masalah teknis dan pemeliharaan di sekitar turbin pipa Nord Stream dari sanksi Barat yang dipimpin AS.

Setelah itu, Komisi Eropa meminta negara-negara Uni Eropa untuk mempersiapkan terlebih dahulu penghentian total pasokan gas Rusia.

Ini juga memperkenalkan rencana untuk secara sukarela mengurangi konsumsi gas oleh semua negara anggota sebesar 15 persen dari 1 Agustus 2022 hingga 31 Maret 2023.

Pasok sepertiga gas dari Rusia ke Eropa

Dikutip Guardian, pipa Nord Stream 1, yang mengalir di bawah Laut Baltik ke Jerman, telah memasok sekitar sepertiga dari gas yang diekspor dari Rusia ke Eropa, tetapi beroperasi pada kapasitas 20 persen sebelum aliran dihentikan untuk pemeliharaan pekan lalu.

Perusahaan energi milik negara Rusia, Gazprom, diperkirakan akan memulai kembali aliran sebesar 20 persen setelah penghentian terbaru.

Baca juga: Hentikan Pasokan Gas ke Eropa, Ini Syarat Rusia Mau Buka Pipa Nord Stream 1

Ini menyebabkan harga gas TTF patokan Belanda turun kembali sekitar 40 persen dari rekor tertinggi pada 26 Agustus, ditutup pada lebih dari € 200 (£ 173) per megawatt jam pada hari Jumat.

Nord Stream-1 adalah salah satu rute utama untuk pasokan gas dari Rusia ke Eropa, tetapi karena kesulitan dengan servis turbinnya, sekarang hanya digunakan di sebagian kecil dari kapasitasnya.

Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved