Konflik Rusia Vs Ukraina

Pasukan Putin Kocar-kacir, Warga Ukraina yang Bantu Militer Rusia Kabur ke Perbatasan

Pejabat mengklaim warga sipil yang bekerja sama dengan militer Rusia kabur dari Kharkiv dan Donbas setelah pasukan Ukraina melakukan serangan balik.

AFP/JUAN BARRETO
Seorang pria dengan sepeda berjalan melewati kendaraan militer yang hancur di Balakliya, wilayah Kharkiv, pada 10 September 2022. - Pejabat Ukraina mengklaim warga sipil yang bekerja sama dengan militer Rusia kabur dari Kharkiv dan Donbas setelah pasukan Ukraina melakukan serangan balik. (Photo by Juan BARRETO / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Warga Ukraina yang diduga bekerja sama dengan pasukan pendudukan Rusia di Provinsi Kharkiv dan Donbas melarikan diri.

Mereka dilaporkan menuju ke perbatasan untuk menyeberang ke Rusia, menyusul keberhasilan pasukan Ukraina merebut kembali wilayah tersebut.

Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai mengatakan di Telegram bahwa pejabat pendudukan Rusia mulai hengkang.

"'Kantor komandan', 'kantor kejaksaan', penjajah dan gauleiters akan pergi," ujar Haidai.

"Bendera Ukraina, yang dikibarkan oleh gerilyawan kami tadi malam di atas gedung administrasi di Kreminna, tetap utuh karena Rusia sekarang tampaknya telah memahami segalanya sehingga mereka tidak berani menurunkannya."

"Rusia dan kolaborator mereka melarikan diri dari wilayah Luhansk, menuju Rusia," kata dia, lapor The Guardian

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-203: Ukraina Rebut 8.000 Km Persegi Wilayah dari Rusia

Diketahui Luhansk, wilayah yang dipimpin Haidai, dengan Donetsk secara kolektif disebut sebagai Donbas.

Pasukan Ukraina terus menekan pasukan Rusia di Kharkiv dan dilaporkan telah berhasil menguasai hampir seluruh provinsi.

Sebagai balasannya, pasukan Putin meluncurkan lusinan serangan udara dan rudal di pembangkit listrik dan sejumlah lokasi lain.

Menurut Haidai, warga Ukraina yang bekerja sama dengan Rusia langsung angkat kaki dari wilayah yang berhasil direbut kembali oleh pasukan Ukraina.

Haidai mengatakan, mereka khawatir dengan pembalasan.

"(Warga Ukraina yang bekerja sama dengan Rusia) mengemas barang rampasan mereka, membawa keluarga mereka, dan pergi," tulisnya di Telegram.

Ia melengkapi klaimnya itu dengan mengunggah rekaman deretan mobil yang sedang mengantre di pos pemeriksaan di Kota Stanytsia Luhanska dan Shchastia.

Pejuang tentara Ukraina duduk di atas kendaraan bersenjata di kharkiv pada 9 September 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Photo by Juan BARRETO / AFP)
Pejuang tentara Ukraina duduk di atas kendaraan bersenjata di kharkiv pada 9 September 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. - Pejabat mengklaim warga sipil yang bekerja sama dengan militer Rusia kabur dari Kharkiv dan Donbas setelah pasukan Ukraina melakukan serangan balik. (Photo by Juan BARRETO / AFP) (AFP/JUAN BARRETO)

Serhii Smak, warga Ukraina asal kota Balakliia yang baru dibebaskan dari pendudukan mengaku ada banyak kolaborator Rusia di wilayahnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved