Ratu Elizabeth II Meninggal

Australia Ajak Para Pemimpin Pasifik Selatan Hadir ke Pemakaman Ratu Elizabeth II

Albanese mengatakan, dia tidak ingin para pemimpin negara-negara pulau di kawasan Australia melewatkan pemakaman kenegaraan Inggris

AFP/KIRSTY WIGGLESWORTH
Pembawa jenazah dari Queen's Color Squadron (63 Squadron RAF Regiment) membawa peti mati Ratu Elizabeth II ke Royal Hearse setelah mengeluarkannya dari C-17 di pangkalan udara Royal Air Force Northolt pada 13 September 2022, sebelum dibawa ke Buckingham Istana, untuk beristirahat di Ruang Busur. - Pelayat di Edinburgh diajukan melewati peti mati Ratu Elizabeth II sepanjang malam, sebelum peti mati raja kembali ke London untuk Lie in State menjelang pemakamannya pada 19 September. (Photo by Kirsty Wigglesworth / POOL / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, CANBERRA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Samoa dan Tuvalu telah menerima bantuan Australia untuk memberangkatkan perwakilannya ke pemakaman Ratu Elizabeth II di Inggris.

Albanese menambahkan, para pemimpin Persemakmuran Inggris lainnya di Pasifik dapat menerima tawaran bantuan tersebut. Perdana Menteri Australia ini mengatakan pada Rabu (14/9/2022) kemarin, sebanyak 10 negara bekas koloni Inggris di kawasan Pasifik telah ditawari bantuan itu.

Melansir dari Associated Press, Selandia Baru telah mengirim delegasi ke London pada hari Rabu kemarin yang dipimpin Perdana Menteri negara itu Jacinta Ardern, tanpa bantuan Australia. Raja Suku Māori, penduduk asli Polinesia yang tinggal di Selandia Baru, Kiingi Tūheitia juga ikut serta ke dalam delegasi tersebut.

Baca juga: Keistimewaan Peti Mati Kerajaan Ratu Elizabeth II

Albanese mengatakan, dia tidak ingin para pemimpin negara-negara pulau di kawasan Australia melewatkan pemakaman kenegaraan Inggris karena adanya masalah logistik.

"Kami menawarkan perjalanan kepada perwakilan senior dari 10 negara Pasifik yang merupakan anggota Persemakmuran. Daftar akhir sedang diselesaikan. Sampai saat ini, empat negara telah menerima,” kata Albanese.

Sementara Albanese berencana berangkat ke Inggris hari ini, Kamis (15/9/2022), bersama delegasi termasuk pelatih kuda pacu Chris Waller dan bintang tenis kursi roda Dylan Alcott. Mereka merupakan “everyday citizens” yang telah berkontribusi pada komunitas lokal dan diundang oleh Istana Buckingham.

Namun delegasi Australia mendapat sorotan saat veteran dan tersangka kejahatan perang Afghanistan Ben Roberts-Smith ikut serta dengan perwakilan negara tersebut.

Mantan kopral Australia Resimen Layanan Udara Khusus itu telah menggugat tiga surat kabar di Australia, atas pencemaran nama baik terkait artikel-artikel yang dia duga menggambarkan dirinya sebagai penjahat yang melanggar aturan moral dan hukum keterlibatan militer di Afghanistan.

Saat ditanya apakah kehadiran Roberts-Smith pada pemakaman itu pantas sementara putusan pengadilan akan keluar beberapa bulan lagi, Albanese mengatakan Istana Buckingham telah mengundang semua pemenang Victoria Cross, penghargaan militer tertinggi di Persemakmuran.

“Ini adalah keputusan yang dibuat secara objektif. Istana telah mengundang semua penerima Victoria Cross dan itulah dasar dari undangan tersebut,” ungkap Albanese.

Baca juga: Raja Charles III Didampingi Pangeran Harry dan Meghan Markle Tunggu Peti Mati Ratu Elizabeth II

Sementara itu keputusan Kepulauan Solomon untuk menerima tawaran Australia juga menarik perhatian, setelah hubungan bilateral keduanya menegang selama berbulan-bulan.

Namun Perdana Menteri Solomon, Manasseh Sogavare tidak akan menghadiri pemakaman tersebut. Pemerintahannya akan diwakili oleh Gubernur Jenderal David Vunagi, perwakilan raja Inggris di negara itu, lapor surat kabar The Australia Financial Review.

Kantor Perdana Menteri Solomon tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Associated Press terkait ketidakhadirannya Sogavare.

Pada bulan Mei lalu Sogavare menuduh pemerintah Australia mengancam invasi setelah dia menandatangani pakta keamanan dengan China yang telah menimbulkan kekhawatiran akan pangkalan angkatan laut China yang didirikan di Pasifik Selatan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved