Mengenal Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September dan Tujuannya

Mengenal Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September dan tujuannya. Bahasa isyarat sudah ada sejak Yunani Kuno. Berikut ini rangkuman sejarahnya.

freepik
Ilustrasi belajar bahasa isyarat - Mengenal Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September dan tujuannya 

TRIBUNNEWS.COM -  Hari bahasa isyarat internasional diawali dengan usulan saat Konvensi Hak Penyandang Disabilitas oleh World Federation of the Deaf (WFD) tahun 2017.

Tujuannya adalah memfasilitasi pembelajaran bahasa isyarat dan mempromosikan identitas linguistik komunitas tunarungu.

Majelis Umum PBB telah mencanangkan 23 September sebagai Hari Internasional Bahasa Isyarat.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahasa isyarat dalam realisasi penuh hak asasi manusia tunarungu.

Usulan dari WFD mewakili sekitar 70 juta hak asasi manusia penyandang tunarungu di seluruh dunia.

Resolusi A/RES/72/161 disponsori oleh "Misi Tetap Antigua dan Barbuda" untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca juga: Sejarah Singkat Hari Bahasa Isyarat Internasional yang Diperingati 23 September 2022

Selain itu, usulan ini juga disponsori bersama oleh 97 Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diadopsi melalui konsensus pada 19 Desember 2017.

Pemilihan tanggal 23 September memperingati tanggal berdirinya WFD pada tahun 1951.

Peringatan ini menandai lahirnya sebuah organisasi advokasi untuk pelestarian bahasa isyarat dan budaya tuli sebagai prasyarat untuk realisasinya.

Hari Bahasa Isyarat Internasional pertama kali dirayakan pada tahun 2018 sebagai bagian dari Pekan Internasional Tuna Rungu.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved