Konflik Rusia Vs Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina: Rusia Dituding Gelar Referendum Palsu untuk Caplok Wilayah Ukraina
Konflik Rusia-Ukraina memasuki babak baru, kini Barat ramai mengecam referendum yang dianggap sebagai upaya Rusia mencaplok wilayah.
Para menteri Finlandia pada Jumat (23/9/2022) malam mengumumkan bahwa pemerintah akan melarang turis Rusia melintasi perbatasannya selama beberapa hari ke depan.
"Aspirasi dan tujuannya adalah untuk secara signifikan mengurangi jumlah orang yang datang ke Finlandia dari Rusia," kata Presiden Sauli Niinistö, kepada penyiar negara Yle.
4. Sanksi Tambahan
Gedung Putih mengumumkan sanksi baru kepada Moskow menyusul adanya referendum di empat wilayah Ukraina, Jumat (23/9/2022).
AS berencana mengenakan biaya ekonomi tambahan kepada Rusia dalam hubungannya dengan sekutu Amerika, jika Rusia kekeh dengan pencaplokan Ukraina.
Menurut AS, Rusia merencanakan 'referendum palsu' di timur Ukraina sebagai langkah untuk mencaplok wilayah-wilayah tersebut.
5. Referendum di Ukraina
Sejumlah wilayah yang dikuasai separatis pro-Kremlin dan pasukan Rusia di Ukraina telah memulai referendum untuk bergabung dengan Rusia.
Adapun referendum itu dilakukan oleh penduduk Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) atau disebut Donbas, serta sejumlah wilayah di Kherson dan Zaporizhia, di Ukraina.
Baca juga: Retno Marsudi Bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di New York, Ini yang Dibahas
Dilaporkan TASS, wilayah-wilayah ini akan memberikan suara mereka dalam referendum untuk bergabung dengan Rusia mulai 23 September hingga 27 September 2022.
Sementara itu, Andriy Yusov, pejabat intelijen pertahanan Ukraina mengatakan beberapa warga mengabaikan pemungutan suara.
Dinas keamanan negara Ukraina mengklaim Republik Rakyat Donetsk, yang dipegang oleh separatis yang didukung Rusia, berencana mengizinkan remaja berusia di bawah 18 tahun untuk memberikan suara mereka.
6. Barat Kecam Referendum
Referendum secara luas dikutuk di Barat sebagai tidak sah.
Duta Besar Inggris untuk Ukraina, Melinda Simmons, menggambarkan "referendum palsu" sebagai "latihan media" oleh Rusia, yang hasilnya "hampir pasti sudah diputuskan".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/potret-100-hari-perang-rusia-vs-ukraina_20220606_171821.jpg)