Kudeta Militer di China

Kabar Kudeta Terhadap Xi Jinping, Ahli Sebut Mustahil Terjadi

Kabar kudeta Xi Jinping yang beredar di media sosial di tepis oleh para ahli. Menurut ahli, Xi Jinping saat ini sedang menjalani karantina ketat.

AFP
Presiden China Xi Jinping (tengah) berjalan melewati seorang pengawal kehormatan militer selama kunjungan diplomatik oleh Arab Saudi di luar Aula Besar Rakyat di Beijing, 22 Juli 2019. Di media sosial saat ini beredar kabar Xi Jinping dikudeta. Tapi sejumlah ahli menepis kabar kudeta Xi Jinping itu. 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar kudeta Xi Jinping yang beredar di media sosial di tepis oleh para ahli.

Media sosial dihebohkan dengan kabar tentang Presiden China Xi Jinping yang berada di bawah tahanan rumah.

Menurut beberapa posting di media sosial, Xi Jinping telah dicopot sebagai kepala Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dan telah ditempatkan di bawah tahanan rumah.

Belum ada konfirmasi resmi dari Partai Komunis China yang berkuasa di negara itu maupun media pemerintah terkait hal itu.

Baca juga: Rumor Xi Jinping Dikudeta, Tak Terlihat Sejak Pulang dari Uzbekistan hingga Ramai di Twitter

Laporan Businesstoday, Xi Jinping tak terlihat di depan umum sejak pertemuan KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan.

KTT tersebut dihadiri oleh Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pertemuan dengan Modi itu merupakan pertama kalinya sejak bentrokan perbatasan pada tahun 2020 membuat hubungan antara India dan China merenggang.

Beberapa pengguna Twitter hari ini memposting tentang dugaan tahanan rumah Xi.

Beberapa bahkan mengklaim bahwa ini adalah kudeta militer dan kendaraan PLA yang sudah mulai bergerak menuju ibu kota Beijing.

“Kendaraan militer #PLA menuju #Beijing pada 22 Sep. Mulai dari Kabupaten Huanlai dekat Beijing & berakhir di Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei, seluruh prosesi sepanjang 80 KM. Sementara itu, rumor mengatakan bahwa #XiJinping ditahan setelah senior #PKC memecatnya sebagai kepala PLA (sic),” tweet seorang akun Jennifer Zeng.

“Video kendaraan militer yang bergerak ke Beijing ini muncul segera setelah 59 persen penerbangan di negara itu dilarang terbang dan pemenjaraan pejabat senior. Ada banyak asap, yang berarti ada api di suatu tempat di dalam PKC. tidak stabil," kata penulis Gordon G Chang.

Selain itu, ada pula laporan yang menyatakan tidak ada penerbangan komersial di Beijing pada hari ini.

Namun lagi-lagi, kabar tersebut belum bisa diverifikasi kebenarannya meski hal itu berdasar pengamatan pada situs fligthradar24.

Beberapa ahli mengklaim, belum ada tanda-tanda tentang kudeta secara nyata, di luar komentar di media sosial.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved