Jumat, 24 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Usir Warga Kota Gaza, Israel Mau Ratakan Lebih dari 50 Gedung

Perdana Menteri Israel Netanyahu mengusir warga Palestina dari Kota Gaza setelah Israel meratakan 50 gedung tinggi dan ancam serangan yang lebih luas.

Facebook GPO
NETANYAHU BERPIDATO - Foto diambil dari Facebook GPO, Selasa (9/9/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ketika mengunjungi fasilitas Perusahaan Pipa Eilat Ashkelon di Ashkelon pada 2 Juli 2025. Pada 8 September 2025, Netanyahu mengatakan Israel akan memperluas operasi di Kota Gaza, memerintahkan warga Palestina pergi dari sana. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa pasukan Israel sedang bersiap melakukan operasi darat lanjutan di Kota Gaza.

Pengumuman itu disampaikan pada Senin malam (8/9/2025) dari pusat komando Angkatan Udara Israel.

"Pergi sekarang. Saya katakan kepada rakyat Gaza, dengarkan saya baik-baik: Kami telah memperingatkan kalian, jadi tinggalkan kota ini sekarang!" kata Netanyahu dalam pidato yang ditujukan kepada warga Palestina di Kota Gaza, pada hari Senin.

Beberapa hari sebelumnya, Netanyahu sudah berjanji akan menghancurkan gedung-gedung bertingkat di Kota Gaza.

Janji itu kini ia penuhi dengan serangan udara yang menargetkan menara-menara apartemen di Kota Gaza.

"50 menara telah dihancurkan di Gaza dalam dua hari. Ini baru permulaan," kata Netanyahu, menurut laporan Maariv, media Israel berbahasa Ibrani.

Ia beralasan bahwa gedung-gedung tersebut digunakan oleh kelompok perlawanan, terutama Hamas, yang menurut Israel menjadikan Kota Gaza sebagai pusat kekuatannya.

"Instruksi saya adalah memerangi tempat persembunyian mereka dengan kekuatan. Kami telah menghancurkan tempat persembunyian mereka di kamp-kamp pengungsi, di tiga di antaranya," kata Netanyahu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa militer Israel akan terus menghancurkan seluruh infrastruktur Hamas di wilayah tersebut

"Kami hanya mengevakuasi penduduk dari sana dan menghancurkan semua infrastruktur militan – dan instruksi saya adalah melakukan hal yang sama di tempat persembunyian militan lainnya," jelasnya.

Sebagai pemimpin yang saat ini sedang menjadi buron Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang, Netanyahu menegaskan kembali perintahnya.

Baca juga: Empat Tentara Israel Tewas dalam Serangan Fajar Perlawanan Gaza di Jabalia

"Saya sekarang memimpin Angkatan Udara. Saya berjanji beberapa hari yang lalu bahwa kami akan menghancurkan menara-menara militan di Gaza, dan itulah yang sedang kami lakukan," katanya.

Netanyahu juga memberi peringatan terakhir kepada warga sipil di Kota Gaza.

"Dalam dua hari, kami telah menghancurkan 50 menara, dan ini baru awal dari operasi darat yang dahsyat di Kota Gaza. Saya katakan kepada warga: Siapa pun yang telah diperingatkan, dimaafkan. Keluar dari sana!" perintahnya.

Netanyahu kembali menyerukan penghancuran terhadap Jalur Gaza, meski ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya pada 21 November 2024 karena kejahatan perang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved