Kudeta Militer di China

Kabar Presiden China Dikudeta Belum Terverifiksi, Berikut Bio Datanya

Sementara Gordon Chang, seorang ahli tentang China dan penulis buku, The Coming Collapse of China, mencuit pada hari Sabtu

Editor: Hendra Gunawan
Greg Baker / AFP
Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Kabar terjadinya kudeta terhadap Presiden China Xi Jinping dianggap hanya sebagai hoaks belaka.

Mantan pejabat Departemen Pertahanan untuk China, Taiwan dan Mongolia, Drew Thompson menggambarkan desas-desus itu sebagai "kebohongan belaka"

"Rumor bahwa Xi Jinping telah ditangkap memiliki alasan karena ini adalah momen politik yang sensitif di China,” tulis Thompson dalam aku medsosnya.

Baca juga: Profil Xi Jinping, Dirumorkan Dikudeta di Tengah Wacana Perpanjang Jabatan Presiden China 3 Periode

Sementara Gordon Chang, seorang ahli tentang China dan penulis buku, The Coming Collapse of China, mencuit pada hari Sabtu:

"Berkurangnya berita dari #China selama beberapa jam terakhir menunjukkan bahwa rumor kudeta tidak benar, tetapi apa pun yang terjadi di dalam militer #China selama tiga hari terakhir, ternyata sesuatu yang tidak biasa terjadi, memberi tahu kami bahwa ada turbulensi di dalam kepemimpinan senior #PKC."

Meski demikian hingga kini belum ada kabar yang terverifikasi mengenai kabar Xi Jinping berada di bawah tahanan rumah dan bahwa China berada di tengah kudeta militer pada hari Sabtu (24/9/2022).

Dilansir Newsweek, di antara rumor yang beredar adalah bahwa Li Qiaoming, seorang jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), militer China, telah menggantikan Xi.

Li lahir pada 1961 dan dipromosikan sebagai jenderal, pangkat tertinggi PLA, pada 2019, menurut stasiun televisi India OdishaTV.

Li juga anggota komite pusat Partai Komunis China (PKC).

Menurut outlet berita Nikkei Asia, Li telah dianggap sebagai pesaing untuk melayani sebagai anggota Komisi Militer Pusat China, sebuah panel dengan otoritas atas keputusan militer.

Nikkei Asia melaporkan bahwa Li menulis artikel yang selaras dengan Xi, yang ingin meningkatkan kontrol partai komunis atas tentara.

Baca juga: Harga Minyak Melonjak Saat Rebound Permintaan China dan Kekhawatiran Pasokan Energi Rusia

"Uni Soviet runtuh karena partai tidak memiliki tentara sendiri," kata artikel Li, menurut outlet tersebut.

Akun Twitter India tampaknya secara mencolok mempromosikan desas-desus tentang Xi.
Desas-desus bahwa Xi telah digulingkan didorong oleh politisi India Subramanian Swamy, yang mencuit pada Sabtu.

“Ketika Xi berada di Samarkand baru-baru ini, para pemimpin Partai Komunis China seharusnya telah mencopot Xi dari penanggung jawab Angkatan Darat Partai. Kemudian Diikuti tahanan rumah. Begitu rumor yang beredar," tambahnya.

Pekan lalu, Xi menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Bio Data Xi Jinping berdasar Wikipedia

Xi Jinping adalah Sekretaris Jenderal Partai Komunis, Presiden ke-7, dan Ketua Komisi Militer Sentral Republik Rakyat Tiongkok. Ia juga menjadi Sekretaris Jenderal Komite Tetap Politbiro PKT.

Kelahiran: 15 Juni 1953 (usia 69 tahun), Beijing, Tiongkok
Tinggi: 1,8 m
Pasangan: Peng Liyuan (m. 1987), Ke Lingling (m. 1979–1982)
Anak: Xi Mingze

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved