Konflik Suriah
Pertempuran Kembali Pecah di Aleppo, Gencatan Senjata Gagal dan Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Bentrok tentara Suriah dan SDF kembali terjadi di Aleppo usai gencatan senjata runtuh, memicu pengungsian massal dan penutupan bandara.
Ringkasan Berita:
- Pertempuran kembali pecah di Aleppo setelah gencatan senjata antara tentara Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) runtuh.
- Sedikitnya 162.000 warga meninggalkan lingkungan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh.
- Pemerintah menyatakan operasi keamanan hampir selesai meski SDF membantah klaim penguasaan wilayah.
TRIBUNNEWS.COM - Pertempuran sengit kembali terjadi di Kota Aleppo, Suriah, setelah gencatan senjata yang dimulai pada Jumat (9/1/2026) dini hari runtuh.
Bentrokan melibatkan tentara Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, terutama di lingkungan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh.
Al Jazeera melaporkan, sedikitnya 162.000 warga terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang kembali memanas di dua kawasan padat penduduk tersebut.
Kepala Manajemen Darurat Aleppo, Mohammed al-Rajab, mengatakan puluhan ribu keluarga meninggalkan rumah mereka demi menyelamatkan diri.
Aksi Bom Bunuh Diri dan Operasi Keamanan
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan seorang pejuang SDF meledakkan diri di tengah pasukan tentara Suriah di Sheikh Maqsoud.
Tidak ada korban jiwa tambahan yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
SANA juga menyebut pasukan keamanan internal mulai memasuki Sheikh Maqsoud dengan dukungan militer untuk melaksanakan operasi pencarian dan pengamanan.
Namun, SDF membantah klaim pemerintah bahwa distrik tersebut telah sepenuhnya dikuasai tentara.
SDF Bantah Klaim Penguasaan Wilayah
Dalam pernyataan resminya, SDF menegaskan pemerintah Suriah menyebarkan klaim menyesatkan terkait penguasaan 90 persen wilayah Sheikh Maqsoud.
Pasukan Kurdi menyatakan mereka masih mempertahankan posisi dan belum mundur dari kawasan tersebut.
Menurut SDF, pertempuran terbaru mencerminkan kegagalan implementasi perjanjian yang ditandatangani pada Maret lalu.
Baca juga: Lima Poin Panas Hasil Pertemuan Trump–Netanyahu: Gaza, Iran, dan Suriah Jadi Fokus Utama
Apa Isi Perjanjian Maret?
Perjanjian Maret menekankan persatuan Suriah dan integrasi seluruh lembaga sipil serta militer di wilayah timur laut ke dalam administrasi negara.
Kesepakatan itu juga mencakup pengelolaan perbatasan, bandara, serta ladang minyak dan gas oleh pemerintah pusat.
Dokumen tersebut menegaskan bahwa warga Kurdi merupakan bagian integral dari Suriah dan memiliki hak kewarganegaraan serta konstitusional yang dijamin negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aleppo-2026.jpg)