Kongres Amerika Serikat: Joe Biden Bisa Saja Hadapi Pemakzulan setelah November 2022  

Partai Republik akan ditekan untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden jika partai itu memenangkan kembali kendali Kongres.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Wahyu Aji
ROBERTO SCHMIDT / AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara selama upacara peringatan untuk menandai peringatan 21 tahun serangan 9/11, di Pentagon di Washington, DC, pada 11 September 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Partai Republik akan ditekan untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden jika partai itu memenangkan kembali kendali Kongres dalam pemilihan paruh waktu November mendatang.

Pernyataan ini disampaikan anggota Kongres AS dari Partai Republik, Nancy Mace pada hari Minggu kemarin.

"Saya meyakini ada banyak tekanan pada Partai Republik untuk memiliki suara itu, untuk mengajukan Undang-undang itu dan memiliki suara itu. Saya pikir itu adalah sesuatu yang sedang dipertimbangkan oleh beberapa orang," kata Mace.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (26/9/2022), politisi yang menggambarkan dirinya sebagai 'seorang konservatif yang bekerja dengan Partai Demokrat ini sebelumnya memiliki kesempatan untuk mempertahankan kursinya sendiri di Kongres, setelah memenangkan pemilihan utamanya dari penantangnya yang didukung oleh mantan Presiden AS Donald Trump.

Mace kembali memunculkan kemarahan para pendukung Trump dengan memberikan suaranya untuk mengesahkan kemenangan Presiden Biden dari Partai Demokrat dalam pemilihan 2020 dan mengkritik Trump terkait peristiwa kerusuhan di Capitol AS.

Kendati demikian, Mace memilih untuk menyatakan 'tidak' saat Demokrat memakzulkan Trump untuk kedua kalinya pada Januari 2021.

Ia mengatakan bahwa dirinya telah memilih menentang pemakzulan Trump karena ia yakin bahwa Trump telah dilucuti haknya untuk menghadapi proses hukum.

Hal yang sama pun akan ia lakukan untuk menentang pemakzulan Biden.

"Saya akan membaca bagaimana RUU itu diajukan, apa isinya, bukti apa yang ada. Saya biasanya memilih secara konstitusional, terlepas dari siapa yang berkuasa. Saya ingin melakukan hal yang benar untuk jangka panjang karena ini bukan hanya tentang hari ini, besok, pemilihan tahun ini, ini tentang masa depan demokrasi," tegas Mace.

Partai Republik telah mengajukan dua kasus pemakzulan terhadap Biden, termasuk satu kasus pada bulan ini, meskipun mengetahui bahwa mereka tidak akan dapat memaksakan pemungutan suara di DPR yang dikuasai oleh Demokrat.

Baca juga: Joe Biden Sebut Pandemi Covid-19 di Amerika Serikat Berakhir, Begini Tanggapan Ahli Epidemiologi

Perlu diketahui, artikel pemakzulan terbaru yang diajukan oleh 4 anggota parlemen GOP (Republik) pada pekan lalu, menyerukan agar Biden dicopot dari jabatannya karena gagal mengamankan perbatasan negara, salah menangani penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada tahun lalu dan memberlakukan larangan pengusiran yang tidak konstitusional.

Mace berpendapat bahwa partai-partai besar perlu bekerja sama, ia menyerukan untuk membangun konsensus tentang isu-isu yang paling penting bagi pemilih.

"Di situlah fokus kita seharusnya pada saat ini, bukan mengikuti objek yang atau 'mengejar kelinci itu ke dalam lubang'. Kita perlu bekerja sama," pungkas Mace.

Sumber

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved