Kudeta Militer di China

PROFIL Jenderal Li Qiaoming, Disebut Lakukan Kudeta Xi Jinping hingga Jadi Presiden China Berikutnya

Presiden China Xi Jinping dilaporkan telah dikudeta oleh seorang Jenderal Militer, Li Qiaoming. Bahkan Xi Jinping disebut jadi tahanan rumah.

(Foto Via Zeenews)
Jenderal Militer Li Qiaoming (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan). Presiden China Xi Jinping dirumorkan kemungkinan dikudeta. Dirumorkan juga Jenderal Militer Li Qiaoming, seorang jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari militer China, akan menggantikan Xi Jinping. 

TRIBUNNEWS.COM - Media sosial dihebohkan dengan desas-desus tentang Presiden China Xi Jinping kemungkinan dikudeta militer.

Dirumorkan juga, Jenderal Militer Li Qiaoming, seorang jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari militer China, akan menggantikan Xi Jinping.

Bahkan, rumor liar di media sosial  tersebut menyebutkan Presiden China Xi Jinping kini menjadi tahanan rumah seusai dikudeta.

Baik pemerintah Tiongkok ataupun Presiden Xi Jinping, belum memberikan klarifikasi apapun terkait kabar kudeta militer terhadap Xi Jinping tersebut.

Rumor kudeta tersebut terjadi setelah seminggu dua mantan menterinya dijatuhi hukuman karena korupsi.

Baca juga: Rumor Xi Jinping Dikudeta Jenderal Li Qiaoming, Pernah Jadi Buruh Tani dan Sempat Disebut Pangeran

Sesuai posting media sosial, banyak para ahli di seluruh bidang dari China, hingga gerakan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya terlihat menuju kediaman Xi Jinping di Beijing.

Kendaraan militer terlihat bergerak di dekat kediaman Xi, dikutip Tribunnews dari Zeenews.

Beberapa video yang diklaim dari gerakan semacam itu juga menjadi viral di media sosial. Namun, mereka tidak memberikan konfirmasi resmi.

Sejumlah pengguna media sosial dari China mengatakan bahwa kudeta memang benar adanya.

Rumor ini dikuatkan dengan dibatalkannya lebih dari 9.000 penerbangan domestik di China.

Beberapa bahkan mengatakan panglima militer Jenderal Li Qiaoming akan menjadi Presiden berikutnya.

Berdasarkan laporan The Epoch Times, Flight Master menyebutkan 9.583 penerbangan dibatalkan secara nasional pada 21 September 2022.

Penerbangan yang dibatalkan tersebut merupakan 59,66 persen dari total penerbangan terjadwal pada hari itu.

Perlu dicatat bahwa Flight Master berfungsi sebagai sumber informasi tentang penerbangan, tiket, dan layanan perjalanan di negara ini.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved