Konflik Rusia Vs Ukraina

Intelijen Rusia Punya Bukti Amerika Cs yang Sabotase Pipa Gas Nord Stream

Berdasarkan hasil investigasi, bukti-bukti tersebut memberikan data yang secara tidak langsung mengarah ke Barat sebagai pelakunya.

Editor: Hasanudin Aco
Kementerian Pertahanan Denmark
Lokasi kebocoran pipa Nord Stream 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW -  Intelijen Rusia telah mengumpulkan bukti terkait sabotase pipa gas Nord Stream.

Berdasarkan hasil investigasi, bukti-bukti tersebut memberikan data yang secara tidak langsung mengarah ke Barat sebagai pelakunya.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergey Naryshkin.

“Kami terus mengumpulkan fakta, Dan sejauh ini masih tidak langsung,” ujar Naryshkin dikutip dari TASS, Senin (3/10/2022).

“Tetapi data tidak langsung, baik data yang sebelumnya sudah dipublikasikan maupun yang belum ada di ranah publik, tentu saja mengarah ke adanya jejak Barat,” lanjutnya.

Baca juga: Putin Tuding AS dan Inggris sebagai Tersangka Utama Serangan terhadap Pipa Gas Nord Stream

Pada Selasa (27/9/2022), Nord Stream AG melaporkan bahwa tiga jalur pipa gas lepas pantai Nord Stream 1 dan 2 telah mengalami kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 26 September.

Ahli seismologi Swedia melaporkan bahwa dua ledakan teah dicatat di sepanjang jalur pipa Nord Stream.

Badan Energi Denmark melaporkan bahwa sejumlah besar gas telah tumpah ke laut.

Pesawat dan kapal dilarang mendekati lokasi lebih dekar dari lima mil laut.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menggambarkan insiden tersebut sebagai sabotase, mengatakan gangguan yang disengaha terhadap infrastruktur eneri Eropa tidak dapat diterima dan akan ditanggapi tegas.

Vladimir Putin Tuding AS dan Inggris

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah mengatur ledakan di pipa gas Nord Stream 1 dan 2 di Laut Baltik, yang selama ini mengirimkan gas alam Rusia ke Jerman, karena mereka 'jelas' mendapatkan manfaat dari kerusakan ini.

Putin menuding AS berusaha menekan Uni Eropa (UE) agar melarang pasokan Rusia untuk 'sepenuhnya menguasai pasar Eropa'.

"Namun sanksi tidak lagi cukup untuk Anglo-Saxon. Mereka telah beralih ke sabotase, tidak dapat dipercaya, namun ini faktanya, dengan mengatur ledakan di jaringan pipa gas internasional Nord Stream," kata Putin, menggunakan singkatan Rusia untuk aliansi transatlantik AS-Inggris.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved