Jaga Ketahanan Pangan, Ukraina Janji Perbanyak Ekspor Gandum ke Afrika

Banyak negara Afrika sangat bergantung pada impor gandum dari Rusia dan Ukraina. Namun, pasokannya terhambat setelah kedua negara tersebut perang.

Benison Media
Gandum. Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba telah berjanji untuk mengirim lebih banyak gandum ke negara-negara Afrika. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, KYIV – Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba telah berjanji untuk mengirim lebih banyak gandum ke negara-negara Afrika.

Dilansir dari Aljazeera, Rabu (5/10/2022) pernyataan Kuleba disampaikan saat ia memulai tur Afrikanya minggu ini di Senegal.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus mengekspor gandum Ukraina ke Afrika dan dunia untuk ketahanan pangan,” kata Kuleba pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Senegal, Aissata Tall Sall.

Sementara itu, Presiden Senegal, Macky Sall telah mendesak Rusia dan Ukraina untuk melanjutkan ekspor biji-bijian, meskipun perang sedang berlangsung.

Baca juga: Taliban Jalin Kesepakatan dengan Rusia Terkait Impor Minyak, Gas, dan Gandum

Banyak negara Afrika sangat bergantung pada impor gandum dari Rusia dan Ukraina. Di tengah kekurangan pasar, Rusia berusaha menggambarkan Barat sebagai penjahat, menyalahkannya atas kenaikan harga pangan.

Sedangkan para pemimpin Barat menuduh Kremlin secara sinis menggunakan makanan sebagai senjata dan melancarkan perang penaklukan ala kekaisaran.

Sejauh ini, Afrika tetap bersikap netral terhadap Ukraina. Sekitar 25 negara Afrika memilih untuk abstain atau tidak memilih sama sekali pada resolusi PBB yang mengutuk perang di Ukraina awal tahun ini.

Senegal termasuk di antara mereka yang abstain dan presidennya mengatakan kepada Majelis Umum PBB bulan lalu bahwa Afrika “tidak ingin menjadi tempat berkembang biaknya Perang Dingin baru”.

Terlepas dari posisi netral ini, menteri luar negeri Ukraina mengatakan bahwa dia ingin memperdalam hubungan negaranya dengan Afrika.

“Saya tidak datang ke Afrika untuk melawan siapa pun,” kata Kuleba.

“Masa depan kita tergantung pada hubungan yang kita bangun dan apa yang terjadi setiap hari,” imbuhnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved