Konflik Rusia Vs Ukraina
UPDATE Perang Rusia-Ukraina Hari ke-229: Kyiv Dihujani 4 Rudal, Ledakan Hantam Jembatan Krimea
Kyiv menjadi sasaran setidaknya empat rudal pada Senin pagi (10/10/2022), tercatat serangan pertama dalam beerapa bulan terakhir.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini serangkaian peristiwa perang Rusia dan Ukraina yang memasuki hari ke-229 pada Senin (10/10/2022), dikutip dari The Guardian.
Serangan di Kyiv
Kyiv menjadi sasaran setidaknya empat rudal pada Senin pagi (10/10/2022).
Ini merupakan serangan pertama di Ibu kota Ukraina dalam beberapa bulan.
Saat bersamaan, kota lain di Ukraina juga mendapat serangan dari Rusia.
Pada Sabtu (8/10/2022), jembatan penting buatan Rusia di Krimea dihantam sebuah ledakan.
Baca juga: Imbas Perang dengan Rusia, Ekonomi Ukraina Menyusut 30 Persen
Lebih lanjut, di antara target yang terkena semalam adalah kota Zaporizhzhia yang terkena untuk malam ketiga berturut-turut dan kota pelabuhan Mykolaiv.
Zelensky tanggapi serangan terbaru
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, dalam menanggapi serangkaian serangan pagi ini di kota-kota Ukraina, memposting ke Telegram: “Mereka mencoba untuk menghancurkan kita dan menghapus kita dari muka bumi.”
Putin sebut serangan di jembatan Krimea sebagai aksi teror
Serangan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut ledakan di jembatan Krimea-Rusia sebagai "aksi teror".
Putin menyalahkan Ukraina secara langsung atas serangan itu .
Presiden Rusia menuduh “dinas rahasia Ukraina” melakukan ledakan di Jembatan Kerch, penghubung penting antara Krimea yang diduduki Rusia dan daratan Rusia.
"Tidak ada keraguan. Ini adalah tindakan terorisme yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil yang sangat penting," kata Putin dalam sebuah video yang dirilis pada Minggu malam (9/10/2022).
Baca juga: Ledakan Keras Terdengar di Kyiv setelah Putin Salahkan Ukraina atas Serangan di Jembatan Krimea
“Ini dirancang, dilakukan dan diperintahkan oleh layanan khusus Ukraina.”
Namun Ukraina belum secara langsung mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, yang menurut Rusia dilakukan oleh sebuah bom truk.
Korban serangan di Zaporizhzhia
Sedikitnya 14 orang dipastikan tewas setelah serangan Rusia di Zaporizhzhia di tenggara Ukraina pada Minggu pagi.
Gambar-gambar menunjukkan sebuah bangunan sembilan lantai terbakar dan sebagian runtuh ketika petugas penyelamat berusaha untuk mengambil korban tewas dan terluka.
Gubernur regional, Oleksandr Starukh, memperingatkan mungkin ada lebih banyak orang di bawah reruntuhan ketika presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan puing-puing masih dibersihkan.
“Lebih dari 70 orang terluka, termasuk 11 anak-anak,” tambahnya dalam pidato Minggu malam terakhirnya.
Baca juga: Putin Tuduh Ukraina jadi Dalang di Balik Meledaknya Jembatan Krimea
Saluran listrik terputus akibat serangan di PLTN Zaporizhzhia
Sebuah saluran listrik yang terputus oleh penembakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia telah dipulihkan , menurut kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Temuan mayat di kuburan di Lyman
Pihak berwenang telah menggali 20 mayat pertama dari kuburan darurat di kota Lyman yang baru saja dibebaskan di wilayah Donetsk timur, kata polisi nasional Ukraina, Minggu.
Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/asap-membubung-dari-langit-kyiv-setel.jpg)