Minggu, 31 Mei 2026

Hollywood

Simpatisan ISIS di Balik Teror Konser Taylor Swift di Wina, Austria Divonis 15 Tahun Penjara

Rencana bom konser Taylor Swift di Wina gagal total. Simpatisan ISIS divonis 15 tahun penjara di Austria.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Pengadilan Austria menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada seorang simpatisan ISIS berusia 21 tahun yang merencanakan serangan teror terhadap konser Taylor Swift di Wina pada Agustus 2024.
  • Terdakwa bernama Beran A ditangkap sehari sebelum konser digelar setelah intelijen CIA memberi peringatan ancaman serangan.
  • Rencana tersebut memaksa tiga konser tur Eras dibatalkan dan membuat hampir 200 ribu penggemar kehilangan kesempatan menyaksikan pertunjukan sang superstar pop.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pengadilan di Wiener Neustadt, Austria, pada Kamis (29/5/2026), menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada Beran A, pria 21 tahun yang terbukti merencanakan serangan teror terhadap konser Taylor Swift di Stadion Ernst Happel, Wina.

Dikutip dari BBC, Beran A dinyatakan bersalah atas berbagai pelanggaran terkait terorisme setelah diketahui menjadi simpatisan ISIS dan bersumpah setia kepada kelompok ekstremis tersebut

 Ia juga disebut aktif menjalin kontak dengan jaringan ISIS sebelum rencana serangan disusun.

Awal Mula Radikalisasi

Kasus ini bermula pada Maret 2024 ketika Beran A mulai terpapar paham radikal.

Dalam persidangan, ia mengaku sempat pergi ke Dubai untuk mencari target penusukan, namun membatalkan aksinya karena mengalami serangan panik.

Setelah kembali ke Austria, ia mulai merancang serangan yang lebih besar dan akhirnya menjadikan konser Eras Tour milik Taylor Swift sebagai target utama.

Jaksa menyebut tersangka berencana menyerang penonton menggunakan pisau dan bahan peledak rakitan.

Belajar Merakit Bom dari Video ISIS

Dilansir CNN, Beran A mencoba membeli senjata ilegal seperti senapan mesin dan granat tangan beberapa hari sebelum konser digelar.

Baca juga: Sidang Kasus Teror Konser Taylor Swift Dibuka, Tersangka Diduga Rencanakan Bom Pecahan Peluru

Ia juga mempelajari cara membuat bom dari video propaganda ISIS berjudul “Make a bomb in your mom’s kitchen”.

Aparat menyebut tersangka telah menyiapkan material pembuat bahan peledak untuk digunakan dalam aksi teror tersebut.

Polisi juga menemukan bahan-bahan pembuat bom saat melakukan penggerebekan di apartemen tersangka.

CIA Beri Peringatan ke Austria

Situasi memuncak pada 7 Agustus 2024 ketika intelijen CIA mengirimkan peringatan kepada aparat Austria terkait ancaman serangan menjelang konser.

Polisi kemudian bergerak cepat menangkap Beran A sehari sebelum konser pertama digelar.

Penemuan bahan peledak dan material pembuat bom membuat pemerintah Austria langsung meningkatkan status keamanan di Wina.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved