Konflik Rusia Vs Ukraina

Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko Peringatkan Warga Agar Mengungsi Jika Listrik Padam

Jutaan orang Ukraina terkadang dibiarkan tanpa listrik dan air, pemadaman listrik bergilir juga dilakukan untuk menghindari kelebihan beban.

Editor: Miftah
AFP/SERGEI SUPINSKY
Foto ini diambil pada 24 Oktober 2022, menunjukkan reaksi seorang bartender saat dia melihat smartphone-nya dengan cahaya lilin selama pemadaman listrik di sebuah bar di pusat ibukota Ukraina, Kyiv. - Sejak 10 Oktober, sistem kelistrikan Ukraina telah sangat terpengaruh oleh beberapa serangan Rusia yang menargetkan infrastruktur energi. Untuk menghindari pemadaman total, operator nasional Ukrenergo telah menerapkan pemadaman listrik terjadwal di ibu kota serta di banyak kota dan wilayah Ukraina. - Jutaan orang Ukraina terkadang dibiarkan tanpa listrik dan air, pemadaman listrik bergilir juga dilakukan untuk menghindari kelebihan beban.(Photo by Sergei SUPINSKY / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko menegaskan penduduk Kyiv harus bersiap untuk meninggalkan kota jika listrik padam total.

Dalam beberapa pekan terakhir, jutaan orang Ukraina terkadang dibiarkan tanpa listrik dan air.

Situasi ini terjadi karena serangan udara Rusia menargetkan infrastruktur vital.

Pemadaman listrik bergilir juga dilakukan untuk menghindari kelebihan beban dan memungkinkan perbaikan.

Diwartakan BBC, sekitar 40 persen dari sistem energi Ukraina telah rusak atau hancur oleh serangan Rusia terhadap pembangkit listrik dan saluran listrik.

Presiden Volodymyr Zelensky telah memperingatkan bahwa Rusia dapat melakukan pengulangan serangan massal terhadap infrastruktur energi Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-258: Zelensky Klaim Kyiv Dorong Mundur Pasukan Moskow

Konvensi Jenewa melarang menyerang objek sipil

Konvensi Jenewa, yang menguraikan standar kemanusiaan untuk perlakuan dalam perang, menyatakan bahwa serangan tidak boleh dilakukan terhadap "objek sipil".

Berbicara di televisi Ukraina, Wali Kota Klitschko menyebut penargetan infrastruktur Rusia sebagai "terorisme" dan "genosida".

"Presiden Rusia Vladimir Putin tidak membutuhkan kita orang Ukraina. Dia membutuhkan wilayah, dia membutuhkan Ukraina tanpa kita," kata mantan petinju kelas berat itu.

"Itulah mengapa semua yang terjadi sekarang [pemogokan infrastruktur] adalah genosida," tuturnya.

"Tugasnya adalah agar kita mati, membekukan, atau membuat kita melarikan diri dari tanah kita sehingga dia bisa memilikinya," imbuhnya.

Baca juga: Terancam Kiamat Energi, Ukraina Akan Evakuasi Tiga Juta Penduduk Kyiv

Foto ini diambil pada 24 Oktober 2022, menunjukkan pengunjung makan siang dengan cahaya lilin karena pemadaman listrik di sebuah bar di pusat ibukota Ukraina, Kyiv. -  (Photo by Sergei SUPINSKY / AFP)
Foto ini diambil pada 24 Oktober 2022, menunjukkan pengunjung makan siang dengan cahaya lilin karena pemadaman listrik di sebuah bar di pusat ibukota Ukraina, Kyiv. - Jutaan orang Ukraina terkadang dibiarkan tanpa listrik dan air, pemadaman listrik bergilir juga dilakukan untuk menghindari kelebihan beban. (Photo by Sergei SUPINSKY / AFP) (AFP/SERGEI SUPINSKY)

Pejabat lain di Ibu Kota Kyiv telah memperingatkan bahwa, dalam kasus pemadaman total, pasokan air dan saluran pembuangan juga akan berhenti bekerja.

Musim dingin yang sangat dingin di Kyiv

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved