Perdana Menteri Malaysia

Sosok Anwar Ibrahim Perdana Menteri Baru Malaysia yang Pernah Terlibat Skandal Korupsi hingga Sodomi

Penunjukan Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia yang baru tercantum dalam pengumuman Istana Negara Malaysia.

MOHD RASFAN / AFP
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) melambai saat dia pergi setelah bertemu dengan Raja Malaysia di Istana Nasional di Kuala Lumpur pada 22 November 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR – Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah pada Kamis (24/11/2022) resmi menunjuk pemimpin oposisi lama Anwar Ibrahim sebagai Perdana menteri  Malaysia yang baru.

Penunjukan Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia yang baru tercantum dalam pengumuman Istana Negara Malaysia.

Dengan penunjukan ini pula, maka berakhir sudah penantian 24 tahun Anwar Ibrahim untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Baca juga: Raja Malaysia Tunjuk Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri, Akhiri Kebuntuan Politik

Sosok Anwar Ibrahim

Dikutip dari Tribunnewswiki, Datuk Seri Anwar Ibrahim atau yang dikenal dengan Anwar Ibrahim merupakan seorang politikus asal Malaysia.

Ia lahir di Penang, 10 Agustus 1947. Pada tahun 1960, Anwar Ibrahim mengenyam pendidikan di Maktab Melayu Kuala Kangsar.

Kemudian di tahun 1967, Anwar Ibrahim melanjutkan pendidikannya di Universitas Malaya. Pria kelahiran Penang itu memulai karir politiknya di Universitas pada akhir tahun 1960-an.

Kala itu, dirinya menjabat sebagai Presiden Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM).

Kemudian Anwar Ibrahim mendirikan Gerakan Pemuda Muslim Malaysia pada tahun 1971. Selanjutnya ia menjabat sebagai presiden gerakan tersebut hingga tahun 1982.

Baca juga: Sosok Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, Penentu Siapa PM Malaysia Selanjutnya

Pada tahun 1982, Anwar Ibrahim mendapat undangan dari perdana menteri saat itu Mahathir bin Mohamad untuk bergabung dengan UMNO dan pemerintahannya.

Adapun, ia juga pernah memegang beberapa jabatan penting di pemerintahan, mulai dari menteri kebudayaan, pemuda, dan olahraga (1983), menteri pertanian (1984), dan menteri pendidikan (1986 - 1991) sebelum diangkat menjadi menteri keuangan (1991-1998) dan wakil perdana menteri (1993-1998).

Pada tahun 1999, ia sempat merasakan dinginnya jeruji besi karena kasus korupsi.

Ia juga sempat menjadi Pemimpin Oposisi sejak tahun 2008 hingga tahun 2015.

Karir politiknya kembali terhenti ketika ia divonis kasus sodomi pada 2014 dan dipenjara hingga 2018.

Setelah kembali bebas dari penjara, Anwar Ibrahim lalu mencalonkan diri di parlemen, dan dia terpilih pada Oktober 2018. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved