Virus Corona
Otoritas China Mulai Selidiki Pengunjuk Rasa yang Menentang Kebijakan Pembatasan Covid-19
Sumber tersebut mengatakan, polisi bertanya bagaimana mereka mendapat informasi mengenai protes dan apa motif mereka pergi ke aksi protes tersebut.
Penulis:
Nur Febriana Trinugraheni
Editor:
Muhammad Zulfikar
Di Kota Hangzhou, ibu kota provinsi Zhejiang, video di media sosial yang tidak dapat diverifikasi Reuters menunjukkan ratusan polisi menduduki lapangan besar pada Senin (28/11/2022) malam untuk mencegah orang berkumpul.
Baca juga: Twitter Diam-diam Ubah Kebijakan Soal Covid-19, Elon Musk: Jadi Arena Kebebasan Berbicara
Satu video menunjukkan polisi, yang dikelilingi oleh sekelompok kecil orang yang memegang smartphone, melakukan penangkapan sementara yang lain berusaha menarik kembali orang yang ditahan.
Polisi Kota Hangzhou tidak segera berkomentar mengenai video yang beredar tersebut.
Di Shanghai dan Beijing, polisi berpatroli di tempat yang disarankan oleh beberapa grup di layanan pesan Telegram sebagai lokasi berkumpul. Kehadiran polisi pada Senin malam memastikan tidak ada perkumpulan yang terjadi.
"Benar-benar menakutkan," kata warga Beijing Philip Qin, 22 tahun, merujuk pada banyaknya polisi di jalanan.
Penduduk mengatakan polisi telah memeriksa telpon kepada orang-orang yang melewati daerah itu untuk memeriksa apakah mereka memiliki jaringan pribadi virtual (VPN) dan aplikasi Telegram, yang telah digunakan pengunjuk rasa, kata penduduk.
VPN ilegal bagi kebanyakan orang di China, sedangkan aplikasi Telegram diblokir dari internet China. Beberapa pengunjuk rasa telah menggunakan aplikasi kencan untuk menghindari sensor dan pengawasan polisi.
Baca juga: Polisi China Ambil Sikap, Buru Pendemo yang Tolak Kebijakan Nol-Covid
Pemicu protes adalah kebakaran yang terjadi pada pekan lalu di kota Urumqi yang menurut pihak berwenang menewaskan 10 orang.
Beberapa pengguna internet mengatakan tindakan lockdown Covid-19 menghambat upaya penyelamatan orang di gedung yang terbakar. Para pejabat Urumqi telah membantah tuduhan tersebut.