Konflik Rusia Vs Ukraina

Hadapi Gempuran Rusia, AS Persenjatai Ukraina Paket Bantuan Drone Senilai 275 Juta Dolar

Pentagon menyiapkan paket bantuan senilai 275 juta dolar AS untuk Ukraina yang mencakup persenjataan anti-drone.

Editor: Choirul Arifin
Yasuyoshi CHIBA / AFP
Seorang tentara Ukraina duduk di sebuah tank yang dibawa oleh sebuah pengangkut di dekat Bakhmut, Ukraina timur, pada 12 Mei 2022. Pentagon menyiapkan paket bantuan senilai 275 juta dolar AS untuk Ukraina yang mencakup persenjataan anti-drone. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat terus menunjukkan keberpihakannya kepada Ukraina dalam konflik Ukraina melawan Rusia.

Terbaru, Pentagon menyiapkan paket bantuan senilai 275 juta dolar AS untuk Ukraina yang mencakup persenjataan anti-drone.

Dilansir dari Reuters, pengumuman resmi mengenai pengiriman paket ini kemungkinan akan disampaikan pada hari Jumat (9/12/2022) waktu setempat.

Paket yang nilainya setara dengan Rp 4,28 triliun itu akan ditanggung oleh Presidential Drawdown Authority (PDA), otoritas yang memungkinkan AS untuk mentransfer keperluan pertahanan dari stok yang mereka miliki.

PDA bahkan bisa mengirimkan paket bantuan militer dengan cepat tanpa persetujuan kongres jika menanggapi keadaan darurat.

Selain paket tersebut, Pentagon juga diperkirakan akan menyertakan roket untuk peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (Himars) buatan Lockheed Martin, amunisi 155mm, kendaraan militer Humvee, dan generator sebagai sumber energi.

Pengiriman beragam senjata pertahanan udara ini dilakukan AS untuk mengantisipasi serangan rudal Rusia yang intensitasnya semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Militer Ukraina Mengaku Tembak Jatuh 14 Drone Serang Buatan Iran

Dalam sebuah pernyataan bulan lalu, seorang pejabat Pentagon percaya saat ini Rusia sedang berusaha menghabiskan pasokan pertahanan udara Ukraina dan mendominasi wilayah udara. 

Untuk mengatasi masalah baru itu, AS telah mengirimkan Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara Canggih Norwegia (Nasams) ke Ukraina dalam beberapa minggu terakhir.

AS juga telah mengumumkan rencana pengiriman empat sistem pertahanan udara jarak pendek yang menggunakan rudal Stinger, buatan Raytheon Technologies, dan rudal pencegat Hawk.

Baca juga: Serangan Drone di Pangkalan Udara Rusia Timbulkan Pertanyaan tentang Kedalaman Perang

Sejak invasi Rusia dimulai 24 Februari lalu, AS telah menggelontorkan bantuan militer senilai US$19,1 miliar untuk Ukraina.

Parlemen AS bahkan mulai mengambil suara pada hari Kamis (8/12) untuk memberi bantuan tambahan senilai US$800 juta pada tahun 2023.

Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved