Senin, 1 September 2025

Yeti Airlines Jatuh di Nepal

Kecelakaan Pesawat Yeti Airlines di Nepal, Pejabat Lokal Sebut Kemungkinan Tidak Ada yang Selamat

68 dari 72 orang yang terbang dengan pesawat Yeti Airlines ditemukan tewas. Pejabat lokal sebut kemungkinan menemukan penumpang selamat adalah "nol".

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
PRAKASH MATHEMA / AFP
Tim penyelamat menarik jenazah korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat Yeti Airlines di Pokhara, Nepal pada 16 Januari 2023. 68 dari 72 orang yang terbang dengan pesawat Yeti Airlines ditemukan tewas. Pejabat lokal sebut kemungkinan menemukan penumpang selamat adalah "nol". 

Khum Bahadur Chhetri berkata dia "melihat pesawat bergetar, bergerak ke kiri dan ke kanan, lalu tiba-tiba hidungnya menukik dan jatuh ke jurang".

Dia mengatakan warga membawa dua penumpang ke rumah sakit.

Kota resor Pokhara, yang berjarak 200 km di sebelah barat ibu kota Kathmandu, adalah pintu gerbang ke Sirkuit Annapurna, jalur pendakian populer di Himalaya.

Bandaranya baru beroperasi dua minggu lalu.

Rapat kabinet darurat

Saat-saat terakhir yang mengerikan dari kecelakaan pesawat ATR dari Yeti Airlines Nepal di Pokhara yang menuju Bandara Kathmandu, Minggu (15/1/2023) pukul 10.50 waktu setempat. Pesawat terlihat miring sebelum jatuh. 40 orang dinyatakan meninggal dunia. Proses evakuasi masih berlangsung.
Saat-saat terakhir yang mengerikan dari kecelakaan pesawat ATR dari Yeti Airlines Nepal di Pokhara yang menuju Bandara Kathmandu, Minggu (15/1/2023) pukul 10.50 waktu setempat. Pesawat terlihat miring sebelum jatuh. 68 orang dinyatakan meninggal dunia. Proses evakuasi masih berlangsung. (Twitter/KazmiWajahat)

Masih mengutip Sky News, PM Nepal Pushpa Kamal Dahal mengadakan rapat kabinet darurat dan mendesak personel keamanan dan masyarakat setempat untuk membantu upaya penyelamatan.

ATR 72 bermesin ganda yang dioperasikan oleh Yeti Airlines sedang dalam perjalanan dari Kathmandu, kata seorang pejabat bandara.

Yeti Airlines mengumumkan semua penerbangan reguler besok akan dibatalkan sebagai bentuk belasungkawa atas para penumpang yang kehilangan nyawa.

Pesawat itu berusia 15 tahun dan dilengkapi dengan transponder tua dengan data yang tidak dapat diandalkan, menurut situs pelacakan penerbangan FlightRadar24.

Kecelakaan kali ini adalah kecelakaan udara paling mematikan di Nepal sejak 1992, menurut database Aviation Safety Network.

Sejarah bencana pesawat

Kecelakaan pesawat di Nepal terbilang cukup sering terjadi.

Nepal merupakan rumah bagi 8 dari 14 gunung tertinggi di dunia, termasuk Everest.

Cuaca yang dapat berubah tiba-tiba dapat menimbulkan kondisi berbahaya.

Uni Eropa bahkan melarang maskapai penerbangan Nepal dari wilayah udaranya sejak 2013 karena masalah keamanan.

Tahun lalu, 22 orang tewas ketika sebuah pesawat jatuh di lereng gunung.

Pada tahun 2018 sebuah pesawat penumpang AS-Bangla dari Bangladesh jatuh saat mendarat di Kathmandu, menewaskan 49 dari 71 orang di dalamnya.

Pada tahun 1992, semua 167 orang di dalam pesawat Pakistan International Airlines tewas ketika menabrak bukit saat mencoba mendarat di Kathmandu.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan