Sabtu, 30 Mei 2026

Trending

Rumah Taipan Minyak Ukraina Digerebek, Ihor Kolomoisky Diduga Terlibat Skandal Korupsi

Pihak berwenang Ukraina menggerebek rumah seorang miliarder Ihor Kolomoisky atas dugaan terlibat dalam skandal penggelapan lebih dari $1 miliar.

Tayang:
Twitter
Pihak berwenang Ukraina menggerebek rumah seorang miliarder Ihor Kolomoisky atas dugaan terlibat dalam skandal penggelapan lebih dari $1 miliar. 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak berwenang Ukraina menggerebek rumah seorang miliarder bernama Ihor Kolomoisky.

Dilansir Al Jazeera, dia diduga terlibat dalam kasus korupsi.

Ihor Kolomoisky memegang saham di dua perusahaan minyak, Ukrnafta dan Ukrtatnafta.

Keduanya telah disita berdasarkan perintah darurat militer pada November lalu, setelah dinas keamanan Ukraina (SBU) mengatakan telah mengungkap penggelapan lebih dari $1 miliar.

“Setiap penjahat yang memiliki keberanian untuk menyakiti Ukraina, terutama dalam kondisi perang, harus memahami dengan jelas bahwa kami akan memborgol tangannya,” kata Kepala Dinas Keamanan Ukraina Vasyl Malyuk di saluran Telegram SBU.

Penggerebekan terpisah dilakukan di kantor pajak dan rumah Arsen Avakov, yang memimpin kepolisian Ukraina sebagai Menteri Dalam Negeri dari 2014-2021.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-344: Moskow Coba Rebut Pusat Logistik Strategis Lyman

Kolomoisky saat ini juga menghadapi kasus penipuan di Amerika Serikat.

Lebih jauh, dalam sebuah pernyataan, kantor kejaksaan agung mengatakan “korupsi di masa perang adalah penjarahan”.

Perombakan pemerintah

Pertempuran jangka panjang Ukraina melawan korupsi menjadi sangat penting karena invasi Rusia telah membuat Kyiv sangat bergantung pada dukungan Barat.

Saat ini, Kyiv juga perlu melakukan reformasi untuk bergabung dengan 27 negara Uni Eropa.

Penggerebekan itu terjadi beberapa hari sebelum KTT Uni Eropa, di mana Ukraina diharapkan mencari langkah konkret untuk bergabung dengan blok beranggotakan 27 negara itu.

Dalam pidato Selasa malam Presiden Ukraina, Volosymyr Zelensky membahas langkah-langkah antikorupsi lebih lanjut yang akan diterapkan.

Baca juga: Rusia Peringatkan Israel Untuk Tidak Mengirimkan Bantuan Militer ke Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat konferensi pers bersama dengan mitranya dari Finlandia setelah pembicaraan mereka di Kyiv, pada 24 Januari 2023, di tengah invasi militer Rusia di Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat konferensi pers bersama dengan mitranya dari Finlandia setelah pembicaraan mereka di Kyiv, pada 24 Januari 2023, di tengah invasi militer Rusia di Ukraina. (Sergei SUPINSKY / AFP)

“Kami sedang mempersiapkan reformasi baru di Ukraina. Reformasi yang akan mengubah realitas sosial, hukum, dan politik dalam banyak hal, menjadikannya lebih manusiawi, transparan, dan efektif,” ujarnya.

Pada 2021, Ukraina menempati peringkat 122 dari 180 negara dalam Indeks Korupsi Transparency International.

Pekan lalu, lebih dari selusin pejabat senior dicopot dari jabatannya menyusul serangkaian skandal dan tuduhan korupsi dalam perombakan terbesar pemerintahan masa perang Ukraina.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved